EQUITYWORLD FUTURES – Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie mengungkapkan pentingnya islah Golkar menjelang Pilkada serentak. Dalam islah terbatas tersebut juga dibahas mengenai mekanisme keikutsertaan Partai Golkar dalam pilkada.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar versi Munas Bali, Idrus Marham mengatakan, tahap awal penjaringan akan ditangani tim bersama dengan kubu Agung Laksono. Namun mengenai penandatanganan calon yang akan diusung kepala daerah akan mengacu UU Parpol, PKPU dan Komisi Pemilihan Umum.‎

“Kenapa kita ingin kesepakatan islah betul-betul komprehensif. Supaya di kemudian hari mengusung calon tidak ada gugatan lagi. Bila ada pasangan pesaing yang kalah,” tutur Idrus di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/5/2015).

‎Ia mengatakan, islah diperlukan karena kader di daerah yang telah mempersiapkan pilkada. Oleh karena itu, Golkar berkomitmen untuk menjamin kepastian mengikuti pilkada gelombang pertama pada 9 Desember 2015.

“Tentu satu hal, persoalan Golkar harus diselesaikan oleh Golkar. Harus diselesaikan oleh Golkar sendiri,” katanya.

Idrus pun meminta seluruh pihak eksternal tidak mencoba mengintervensi partai berlambang pohon beringin. Idrus menuturkan kesepatakan akan diambil oleh tim perunding dua kubu yang telah berkomunikasi sejak pertemuan pertama pada Desember 2014.

‎”Prinsip-prinsip itu diparaf semua dari ARB dari kami kemarin dan Agng Laksono penandatanganan minggu ini, paling lambat Minggu sebelum Senin penandatanganan kesepakatan bersama islah, dapat mengikuti Pilkada 2015,” tuturnya.