EQUITYWORLD FUTURES – Mitos yang berkembang di masyarakat terhadap penggunaan bahan bakar RON 88 dan di atasnya masih menjadi perbincangan terutama menyangkut mesin dengan sistem injeksi. Ada yang beranggapan premium disebut aman untuk mesin jenis itu, tetapi ada pula kasus bahwa motor jadi bermasalah lantaran memakai premium.

Supervisor Service & Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Slamet Kasianon menjelaskan bahwa perbedaan premium dan pertamax ada pada kandungan.

“Yang membedakan antara pertamax dan premium sebenarnya yang paling dasar ya zat-zat aditifnya. Kalau premium, zat pembersih memang dihilangkan. Artinya, kalau ada kotoran, itu hasil kotorannya gak gampang kebuang,” ujar Slamet di Jakarta, Rabu (22/10).

Injeksi dengan menggunakan bahan bakar premium akan mengalami penyumbatan seandainya ada kotoran di mesin kendaraan. Namun, lanjut dia, selama bahan bakar itu dimasukkan ke ruang bakar, motor dihidupkan, mesin tidak sampai ngelitik, premium tersebut haruslah premium murni yang tidak terkontaminasi.

Slamet juga menuturkan bahwa rata-rata penumpukan karbon bukan karena kualitas bensin yang tidak sempurna. Pada dasarnya itu tergantung cara orang menyimpan dan cara orang memakai sepeda motornya.

“Cara pakai orang kalau pakai motornya pelan-pelan, itu akan numpuk karbon, dibandingkan orang yang pakai motor kencang-kencang. Jadi kalau premium RON 88 gak banyak material luar, itu fine-fine saja (digunakan pada mesin) injeksi.” tuturnya.

Ia pun menegaskan bahwa premium tidak sepanas pertamax. Oleh sebab itu, cara pakai sepeda motor pun tidak bisa pelan. jadi, Pertamax lebih bisa diandalkan.