EQUITYWORLD FUTURES – Pertamina membantah mobil tangki bahan bakar minyak (BBM) miliknya dengan nomor polisi L 9421 UO mengisi BBM subsidi ke kapal pesiar milik Lippo Group.

Pejabat Humas Pertamina Region 5, Happy Wulansari saat menghubungi Kompas.com melalui telepon seluler, Kamis (14/4/2016), mengatakan, BBM yang diisi ke kapal pesiar milik James Riyadi tersebut adalah BBM non subsidi jenis solar.

Menurut Happy, mobil tangki pelat L 9421 UO yang ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Manggarai Barat itu sebelumnya mengirimkan BBM jenis solar non subsidi sebanyak 8.000 kilo liter ke agen penyalur minyak solar (APMS) yang berada di kawasan Labuan Bajo.

Pengiriman ini, kata dia, disertai dokumen yang lengkap, termasuk keterangan bahwa barang yang diangkut merupakan BBM non subsidi.

“Atas kejadian ini, Pertamina telah memberikan surat teguran kepada pihak APMS, karena seharusnya pengiriman BBM ke konsumen menggunakan fasilitas milik APMS atau pihak konsumen,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah mobil milik Pertamina dengan nomor polisi L 9421 U0 ditahan oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena kedapatan mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada sebuah kapal pesiar milik Lippo Grup.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Manggarai Barat, Frans Partono kepada Kompas.com, Rabu (13/4/2016) sore, mengatakan, mobil tangki Pertamina berkapasitas 8.000 liter itu ditahan lantaran memuat BBM bersubsidi untuk diisikan ke kapal pesiar Felicsia.

Menurut Frans, mobil pengangkut BBM yang ditahan ini beroperasi untuk tiga kabupaten, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.