EQUITYWORLD FUTURES – Dari total lahan pengembangan 3.000 hektar, kota mandiri Deltamas Cikarang menyisihkan separuhnya untuk pembangunan residensial dan komersial.

PT Puradelta Lestari Tbk sendiri sudah memulai pembangunan rumah di Deltamas sejak awal 2000. Namun, pertumbuhannya terbilang lambat.

Menurut Direktur Puradelta Hermawan Wijaya, saat ini perseroan masih konsentrasi untuk pengembangan lahan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) supaya menghidupkan kawasan.

“Tahun 2017 adalah waktu mulai dikembangkan kembali (Kota Mandiri),” ujar Hermawan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), di Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Ia mengatakan, pengembangan Kota Mandiri Deltamas nantinya akan mirip dengan BSD City. Jika dibandingkan dari luasannya, Deltamas memiliki lahan separuh dari luas BSD keseluruhan.

Dilihat dari kontennya, Deltamas terdiri dari 50 persen industri dan 50 persen residensial dan komersial. Sementara BSD City cenderung lebih besar di residensial dan komersial, industrinya justru kecil.

Adapun jika dilihat dari lokasi, BSD City berada di barat Jakarta dan Deltamas di timur Jakarta, sehingga saling melengkapi.

Hermawan menambahkan, tahun 2017 dipilih menjadi momen pengembangan Kota Mandiri adalah karena pada tahun itu beberapa pabrik mulai beroperasi.

“Tahun 2017 beroperasinya Mitsubishi Motors Corporation, pabrik ban dari Taiwan Maxxis Tires, dan General Motors, Wuling Motors, dan SAIC Motors Corporation (SGMW). Ini momentum bagi residensial untuk mendukung marketing sales (penjualan),” jelas Hermawan.