EQUITYWORLD FUTURES – Sejumlah perubahan Laut Kutub Utara begitu besar sehingga kawasan tersebut dipandang memasuki “sebuah masa baru”, menurut sejumlah ilmuwan Norwegia.

Perubahan penutup tetap es yang tebal menjadi bentuk baru, di mana es yang lebih tipis menghilang pada musim panas akan menciptakan pengaruh yang luas, kata mereka.

Norwegian Polar Institute melakukan sebuah ekspedisi ke Laut Kutub Utara pada bulan-bulan paling dingin tahun ini, lapor wartawan BBC David Sukman.

Para peneliti harus menghadapi suhu yang sangat ekstrem dan keadaan yang gelap sama sekali. Tujuan penelitian mereka adalah mengumpulkan data keadaan es saat membeku pada musim dingin kutub.

Kapal penelitian, the Lance, ditempatkan di daerah sekitar 804 km dari Kutub Utara dan dimungkinkan hanyut karena terbawa balok es.

Direktur institut, Jan-Gunnar Winther, mengatakan, pengukuran tentang apa yang terjadi pada musim dingin penting untuk memperbaiki cara menghadapi perubahan iklim di masa depan.

“Kita hampir tidak memiliki data Laut Kutub Utara pada musim dingin – dengan sejumlah pengecualian – jadi informasi ini sangat penting agar dapat memahami sejumlah proses saat es membeku pada permulaan musim dingin dan kami juga akan tetap di sini saat saju meleleh di musim panas,” katanya.

“Masa baru telah terjadi, kita beralih dari es tua ke es muda, es yang lebih tipis dan model iklim yang dipakai saat ini tidak mewakili keadaan baru es ini,” tambah Winther.