EQUITYWORLD FUTURES – Suasana hari pertama ujian nasional (UN) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 30 Rawasari, Jakarta Pusat, sedikit berbeda dengan sekolah lainnya. Sebab, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama aliad Ahok berkesempatan hadir ke sekolah tersebut.

Ahok yang tiba Senin (4/4/2016) pukul 06.20 kemudian menjadi pemimpin upacara singkat bersama siswa dan guru. Ahok menyapa siswa dalam sambutannya, sekaligus memberi spirit dengan mengingatkan siswa pentingnya kejujuran dalam ujian nasional ini. Sebab, baginya bukan nilai semata yang dikejar.

“Kejujuran nomor satu, bukan nilai. Bapak enggak pinter-pinter banget kok, bapak lulus dengan IP 2,8. Tapi teman-teman bapak bilang bapak lebih pintar,” kata Ahok, di hadapan siswa, Senin pagi.

Ahok juga bercerita, salah satu anaknya hari ini ikut ujian nasional, di sebuah sekolah di Tangerang Selatan, Banten. Sebelum berangkat kerja, Ahok berpesan kepada anaknya untuk ingat berdoa. Ahok juga mendoakan agar siswa SMAN 30, dan para siswa yang mengikuti UN hari ini berhasil.

“Bapak tentu doakan kalian berhasil, bisa masuk perguruan tinggi swasta atau negeri, dan bapak berharap suatu saat bisa dengar kalian kalian jadi pejabat yang berani melawan korupsi,” ujar Ahok.

Pesan Ahok ini melekat di lubuk hati siswa SMAN 30 Rawasari. Yang paling diingat ingat siswa yakni soal kejujuran.

“Tadi kata Pak Ahok kita harus berdoa dan jujur (mengerjakan UN),” ujar Benny (18), siswa kelas XII SMAN 30, sebelum UN berlangsung.

Benny mengatakan, sudah mempersiapkan diri menghadapi ujian hari ini. Para siswa akan menghadapi ujian Bahasa Indonesia.

“Saya optimis, doa dulu (sebelum mengerjakan),” ujar Benny.