EQUITYWORLD FUTURES – China mendaratkan satu pesawat militernya pada salah satu pulau buatannya di daerah sengketa di Laut China Selatan.

Pendaratan itu diperkirakan untuk pertama kalinya militer China secara terbuka mengumumkan pendaratan Fiery Cross Reef, pulau buatannya di wilayah sengketa.

Media pemerintah China, seperti diberitakan BBC News, melaporkan bahwa pesawat itu mendarat pada Minggu (17/4/2016) pagi untuk mengungsikan tiga pekerja yang cedera dari karang tersebut.

Ketiga pekerja yang cedera itu diungsikan ke Pulau Hainan untuk mendapatkan perawatan. Langkah itu diperkirakan akan memicu perdepatan di kawasan.

China dan terlibat sengketa teritorial di Laut Cina Selatan dengan Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina karena Bejing mengklaim hampir semuanya wilayah.

Sebelumnya China pernah mendaratkan sejumlah pesawat sipil di Fiery Cross Reef. Langkah itu telah memicu kecaman dari Vietnam, yang juga menyatakan tempat itu sebagai wilayahnya.

Beiijing mengklaim, pembangunan pulau buatan dan bangunan lain di pulau karang itu untuk tujuan sipil.

Namun, negara-negara tetangga menyatakan kekhawatiran terkait kemungkinan tempat itu dipakai untuk kepentingan militer.

Pada  Februari lalu, Taiwan dan AS mengatakan China telah mengerahkan rudal ‘permukaan ke udara’ di pulau lain yang disengketakan, yakni Pulau Woody (yang oleh Beijing disebut Pulau Yongxing) di Kepulauan Paracel.

China menanggapi dengan mengatakan bahwa AS melakukan militerisasi di Laut China Selatan karena melakukan patroli udara dan angkatang laut.

AS, yang secara resmi tidak terlibat dalam sengketa teritorial, menjelaskan, patroli itu sebagai  dukungan untuk “kebebasan navigasi”.

Menuru Washington, pembangunan pulau yang dilakukan China memicu ketegangan kawasan dan mencegah kapal beroperasi bebas di wilayah itu.