Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meragukan pemerintahan bisa berjalan efektif dengan koalisi ramping ala Jokowi-JK. PKB ingin Jokowi menarik partai lain untuk memperkuat parlemen.

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding mengatakan, Jokowi harus mendapatkan suara parlemen minimal 50 persen plus satu. Itu akan memperkuat pemerintahan yang dipimpin Jokowi-JK.

“Mau tidak mau Jokowi harus memiliki 50 plus satu parlemen,” kata Karding di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/8).

Dia menjelaskan, PKB meminta adanya kepastian politik di parlemen. Karena itu, lanjut dia, Jokowi harus menarik partai lagi di koalisi Jokowi-JK. “Apapun caranya akan diarahkan ke sana kalau kami mau ada kepastian politik, itu hal yang harus dilakukan,” imbuhnya.

Karding mengungkapkan, dari fakta yang ada, pemerintah baru akan efektif jika bisa mengamankan parlemen. Dengan begitu, pemerintahan akan berjalan efektif. “Dari teori dan fakta yang ada harus 50+1, harus ada yang ditarik,” ujarnya.

Diketahui, Jokowi-JK yang diusung oleh PDIP, PKB, NasDem dan Hanura dinyatakan sebagai pemenang pemilu oleh KPU. Sementara lawannya Prabowo-Hatta, diusung oleh Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, PKS yang memiliki suara lebih dari 60 persen.