EQUITYWORLD FUTURES – Selain insentif diskon tarif listrik 30 persen untuk tambahan pemakaian dari jam 23.00 sampai 08.00, PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa program penundaan pembayaran 40 persen rekening listrik selama enam atau 10 bulan, juga sudah berjalan.

Sama halnya dengan program diskon tarif listrik, insentif ini juga dikeluarkan pemerintah dalam Paket Kebijakan Ekonomi III, untuk mendorong aktivitas industri.

“Untuk program penundaan, posisi April 2016 ada 231 konsumen industri,” kata Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun kepada Kompas.com,  di Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Benny merinci, sebanyak 231 konsumen industri yang memanfaatkan insentif penundaan tersebut.

Konsumen tersebar di PLN Distribusi Sumsel (2 konsumen), PLN Distribusi Jawa Timur (14 konsumen), PLN Distribusi Jateng dan DIY (97 konsumen), PLN Distribusi Jawa Barat (101 konsumen), PLN Distribusi DKI Jaya (2 konsumen), dan PLN Distribusi Banten (15 konsumen).

“Jumlahnya ada 231, dan insentif penundaan ini mulai direalisasikan Januari 2016,” ucap Benny.

Lebih lanjut dia mengatakan, insentif penundaan pembayaran rekening listrik ini diberikan kepada industri padat karya, dan industri yang daya saingnya lemah dibandingkan produk impor, contohnya industri tekstil.

“Untuk ikut program penundaan, perlu direkomendasikan asosiasi perusahaan atau ada rekomendasi dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal),” terang Benny.

Insentif ini terbagi menjadi dua pilihan, yakni penundaan selama enam bulan, atau penundaan selama 10 bulan.

“Contohnya untuk program 10 bulan. Kalau rekening per bulan misal Rp 100 juta, maka dari bulan pertama sampai ke-10 setiap bulan hanya membayar Rp 60 juta,” kata dia.

Kemudian, pada bulan ke-11 dan ke-12 konsumen industri bersangkutan membayar normal Rp 100 juta.

“Baru pada bulan ke-13 mulai membayar angsuran Rp 20 juta (yang ditunda tadi), plus rekening bulanan. Begitu seterusnya sampai 20 kali angsur,” jelas Benny.

Demikian pula perhitungan untuk program penundaan enam bulan. Pelunasan angsuran program penundaan enam bulan dibayarkan selama 12 kali, dimulai bulan ke-9.