EQUITYWORLD FUTURES – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi garda terdepan sebagai pemberantas korupsi di tanah air. Dasar didirikannya lembaga ad hoc itu adalah Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Namun, KPK baru berdiri setahun kemudian yakni 2003. Tujuan utama dibentuknya KPK adalah untuk memberantas korupsi yang sudah akut di negeri ini.

Harus diakui sejak didirikan, KPK sudah banyak membawa perubahan dalam sejarah pemberantasan korupsi di Republik ini. Jika sebelumnya banyak kasus korupsi yang sulit atau bahkan tak bisa tersentuh hukum, namun hal itu tak berlaku lagi sejak KPK berdiri.

Banyak dari pejabat negeri yang jadi pesakitan KPK. Mulai dari pejabat tingkat daerah hingga pejabat tingkat pusat seperti anggota DPR dan menteri disikat oleh KPK karena terlibat korupsi.

Kemarin, saat menjadi pembicara dalam acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) yang diselenggarakan oleh KPK, JK banyak bicara soal komisi pemberangus korupsi itu.

JK mengakui sejumlah prestasi yang sudah dicapai KPK selama ini. Meski demikian, JK memiliki penilaian sendiri atas apa yang telah dicapai KPK.

Berikut plus minus KPK di mata JK seperti dirangkum merdeka.com;

1. JK sebut KPK sukses selamatkan uang negara

Merdeka.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengembalikan uang negara sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun 2013. Angka ini meningkat secara signifikan dari tahun 2012 lalu, KPK mengklaim sudah menyelamatkan uang negara Rp 113 miliar dari tangan koruptor.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai peningkatan jumlah uang yang berhasil diselamatkan lembaga anti-rasuah ini memiliki dua sudut pandang. Sudut pandang pertama, ungkap JK, keberhasilan KPK dalam menyelamatkan uang negara yang dinilai berhasil.

“Tapi dari sisi lain kita juga bisa katakan itu kegagalan karena berarti KPK belum mencegah orang korupsi. Jadi itu angka yang punya makna berbeda,” ucap JK di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (2/12).

2. JK sebut makin banyak uang negara diselamatkan berarti KPK gagal

Merdeka.com – Laporan nilai uang negara yang diselamatkan KPK juga Kejaksaan yang semakin besar setiap tahunnya, menurut JK, merupakan kegagalan kedua lembaga tersebut mencegah korupsi.

“Kalau KPK, Kejaksaan, laporkan angka makin besar berarti kegagalan yang terjadi sebenarnya dalam pemberantasan korupsi ini. Ini perlu kita ketahui supaya kita melihat tingkat keberhasilan bukan besarnya uang yang disita tapi kecilnya uang yang disita tapi dengan kerja keras,” kata JK di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (2/12).

Menurut JK, KPK dinilai berhasil apabila pada tahun-tahun keberadaan lembaga anti-rasuah itu ke depan makin sedikit uang negara yang diselamatkan KPK dan makin sulit mendapatkan target penangkapan kasus-kasus korupsi.

“Artinya orang sudah tidak korupsi lagi kan. Jadi itu yang kita harapkan nanti pada ujungnya KPK akan bubar apabila yang dilaporkan, yang korupsi tinggal sedikit. Itu makna dua angka yang berbeda,” tutup JK.

3. JK sebut KPK bikin pejabat takut korupsi

Merdeka.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan telah merebak ketakutan di kalangan birokrat, pembuat kebijakan, terhadap aksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di satu sisi, JK melihat ketakutan terhadap KPK merupakan hal positif, sehingga membuat para birokrat menjauh dari niat dan perbuatan melakukan korupsi.

Namun, di sisi lain, ketakutan ini berujung pada lambannya sebuah kebijakan.

“Sekarang ini, terus terang, terjadi ketakutan bertindak di banyak level birokrat. Pemerintah kita, gubernur kita, menteri kita, dirjen-dirjen, semua ketakutan untuk berbuat sehingga lamban suatu keputusan, harus ditanya dirjennya, eselonnya baru mau tanda tangan,” ucap JK di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (2/12).

4. JK sebut ‘virus’ takut pejabat ke KPK hambat pertumbuhan RI

Wapres Jusuf Kalla menilai aksi progresif yang dilakukan KPK telah membuat para pejabat ketakutan. Meski menilai positif hal itu, di sisi lain JK juga menilai hal itu mengakibatkan tersendatnya penerbitan suatu kebijakan oleh pejabat terkait karena mereka takut ada kesalahan dan berurusan dengan KPK.

Hal ini, menurut JK, justru menghambat pertumbuhan Indonesia. “Akibatnya apabila itu terjadi, sisi lain kita selamatkan uang negara tapi di sisi lain juga menyebabkan pertumbuhan negara ini menjadi turun atau rendah,” imbuh JK di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (2/12).

JK mengatakan kombinasi pencegahan dan keberanian untuk menjalankan amanah serta kewenangan di tingkat birokrasi harus tetap dijalankan.

“Saya selalu harapkan agar kebijakan atau diskresi tidak jadi bagian pemeriksaan atau tuntutan karena apabila kebijakan jadi bagian kejahatan maka tidak ada lagi orang yang berani membuat kebijakan,” ucap JK.

5. JK sebut pencegahan korupsi harus disadari bukan ditakuti

Merdeka.com – Wapres Jusuf Kalla ketakutan para pejabat membuat keputusan dan kebijakan karena takut berurusan dengan KPK akan menghambat pertumbuhan Indonesia. Menurut JK, pencegahan korupsi harus disadari bukan semata-mata ditakuti.

Apabila pencegahan korupsi ditakuti, maka tidak akan ada yang berani mendekati kebijakan.

“Saya sebagai wakil presiden dewasa ini kadang-kadang frustrasi melihat bagaimana birokrasi tidak berjalan karena ketakutan demi ketakutan,” imbuh JK di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (2/12).

Di sisi lain, JK mengapresiasi kinerja KPK yang sangat serius memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia. Salah satunya dengan membuat berbagai sistem pencegahan tindak pidana korupsi di lembaga-lembaga negara.