Kepolisian daerah Jawa Barat memperkirakan puncak arus mudik lebaran 2014 bakal terjadi malam ini (H-3) hingga Sabtu 26 Juli malam (H-2). Tanda-tanda peningkatan sudah terjadi sejak malam kemarin di beberapa ruas jalur utara, tengah dan selatan.

Misalnya selepas tol Cikampek, pengguna kendaraan roda empat yang akan menggunakan jalur utara mengalami peningkatan hingga delapan kali lipat dari hari biasa.

“Lonjakan peningkatan penumpang sudah mulai terlihat hari ini di Cikampek bisa mencapai 800 persen, tapi untuk puncak arus mudik bakal terjadi malam nanti hingga malam minggu besok,” kata Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Djoko Rudi saat dihubungi merdeka.com, Jumat (25/7).

Lonjakan serupa juga terjadi di jalur selatan via Nagreg. Menurut dia, kepadatan sudah mulai dirasakan sejak kemarin malam. Selepas tol Cileunyi-Cicalengka-Nagreg kendaraan naik hingga 100 persen.

“Untuk dikawasan Nagreg yang melintas selatan sudah mengalami lonjakan 100 persen dan ini bakal terus terjadi,” tandasnya.

Untuk Nagreg pihaknya mendapatkan perhatian lebih. Itu mengingat dampak dari amblasnya jembatan Comal dan jembatan di Ciamis hingga membuat laju kendaraan melambat.

“Kita tetap melakukan langkah antisipasi, beberapa ruas alternatif juga telah digunakan, seperti Kota Tasikmalaya,” tandasnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengimbau, kepada masyarakat untuk mempersiapkan kondisi fisik yang mumpuni menghadapi perjalanan jauh. Selain itu dia juga meminta agar para pemudik peka terhadap berbagai informasi di jalur mudik yang dikeluarkan pemerintah dan kepolisian. Karena itu jika di perjalanan ada pengalihan arus atau perubahan rute ke jalur alternatif dia meminta untuk diikuti pemudik.

“Ikuti saja, kalau harus belok, belok. Kalau masuk jalur alternatif ikuti saja petunjuk yang ada,” ujarnya.

Selain itu pemudik bisa memanfaatkan sejumlah fasilitas di posko mudik yang disediakan pemerintah dan pihak swasta. Gubernur berharap pemudik bisa melakukan perjalanan dengan selamat dan aman.