EQUITYWORLD FUTURES – Ombudsmans RI mendorong Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota untuk mengungkap kasus penembakan misterius di Kota Magelang tiga pekan terakhir. Sebab, korban aksi terorisme dinilai cukup banyak dan mayoritas perempuan.

“Kasus ini cukup menarik perhatian. Mengingat korban berjumlah cukup banyak dan hampir semuanya wanita,” ucap Asisten Bidang Penyelesaian laporan Ombudsman RI Perwakilan DI Yogyakarta, Nugroho Andriyanto, Rabu (27/4/2016).

Nugroho mengaku, tim Ombudsman telah bertemu dengan Kepala Polres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto, untuk mengklarifikasi dan berkoordinasi terkait kasus yang telah meresahkan masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya itu.

“Kami tanyakan kasusnya seperti apa dan upaya yang dilakukan kepolisian dalam mengungkapnya. Ini penting untuk mengembalikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang saat ini terganggu kasus tersebut,” ujar Nugroho.

Pihaknya mengapresiasi Polres Magelang Kota yang telah bergerak cepat mengambil langkah-langkah penyelidikan guna mengungkap pelaku dan moitif penembakan misterius ini.

Menurut dia, Polres Magelang Kota sudah membentuk tim pengungkapan dan pencegahan kasus. Tim ini dinilai signifikan dalam upaya pengungkapan kasus ini.

“Termasuk Polda Jateng juga sudah menurunkan tim untuk mem-back-up kasus ini. Ini upaya bagus. Kami pastikan upaya-upaya itu berjalan baik, sehingga kasus serupa tidak terjadi lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Polres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto mengemukakan, pihaknya mengapresiasi perhatian Ombudsman terhadap upaya pengungkapan kasus penembakan yang diduga mengunakan senapan angin itu.

Menurut dia, banyak pertanyaan yang disampaikan lembaga negara itu, termasuk juga LSM dan masyarakat. Mereka mendukung langkah polisi untuk menangkap pelaku. Pihaknya mengaku cukup terbuka dengan siapapun dalam penanganan kasus ini.

“Saya terbuka dan banyak yang mendukung kami untuk mengungkap kasus ini,” kata Edi.

Sebagaimana diketahui, dalam lebih dari tiga pekan terakhir, masyarakat Kota Magelang diresahkan dengan aksi yang diduga penembakan oleh orang tidak dikenal.

Sedikitnya, 13 orang diduga menjadi korban aksi tersebut. Dari jumlah itu, 12 orang adalah perempuan dan seorang laki-laki. Seluruh korban perempuan mengalami luka ringan di bagian pinggang ke bawah, sedangkan korban laki-laki luka pada bagian dada.

Penembakan terjadi dalam rentang 6-20 April 2016 pada sore hingga malam hari. Lokasi penembakan di Jalan Pemuda (Pecinan), Jalan Ikhlas dan Jalan Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah. Lokasi ini merupakan pusat perekonomian masyarakat dan merupakan jalan searah (Semarang-Yogyakarta).