EQUITYWORLD FUTURES – Aparat Polres Demak menggelar razia di sejumlah tempat karaoke sepanjang jalan Lingkar Demak. Razia yang digelar sejak Senin (30/3/2015) malam hingga Selasa (31/3/2015) dini hari, berhasil mengamankan sebanyak 30 perempuan yang berprofesi sebagai pemandu karaoke (PK).

Puluhan polisi berseragam dinas dan berpakaian preman memeriksa identitas setiap pengunjung dan pemandu karaoke di tiap ruangan. Selain tempat karaoke, polisi juga melakukan pengecekan terhadap para pemandu karaoke.

Selain di jalan Lingkar Demak, razia karaoke liar juga dilakukan di kawasan jalan Trengguli. Para pemandu karaoke yang tengah asyik menemani tamu, langsung panik dan kabur melarikan diri, begitu melihat kedatangan petugas.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dengan para pemandu karaoke, namun mereka akhirnya berhasil ditangkap. Bahkan, pemandu karaoke yang bersembunyi di sawah juga berhasil diringkus petugas.

Salah seorang pemandu karaoke, Karomah (26) ,warga Temanggung, mengaku baru bekerja selama tujuh bulan. Dalam sehari, janda beranak satu tersebut hanya melayani tamu 3 – 4 jam, dengan gaji Rp50.000 per jamnya.

“Saya butuh uang. Anak butuh makan. Tidak punya suami, mau kerja apa?” dalihnya. “Saya takut, mas. Nanti tidak diapa-apakan to?” harap Karomah yang biasa dipanggil Elsa.

Senada disampaikan oleh Rina (21) , warga Kedungjati, Kabupaten Grobogan, satu jam menemani tamu bernyanyi, mantan karyawan swasta sebuah perusahaan di Semarang itu mendapatkan bayaran Rp50.000.

“Cuma nyanyi saja. Kalau ada yang nawari minum-minum (mabuk) pasti saya tolak,” kata Rina. “Menemani mas nyanyi juga mau. Saya belum menikah lho?” akunya manja.

Sementara itu, Siti Rokayah (24), warga Dempet, Demak, mengaku hanya duduk-duduk saja , sembari menunggu suaminya pulang bekerja. Wanita yang tengah hamil tua tersebut, hanya bisa pasrah saat diciduk polisi dan dinaikan ke atas truk Dalmas bersama pemandu karaoke lainnya.

“Nunggu suami pulang kok dibawa ke Kantor Polisi. Suamiku kerjanya MC,” protesnya.

Wakapolres Demak Kompol Yani Permana,mengatakan, razia digelar untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait banyaknya warung remang-remang sepanjang jalan Lingkar Demak yang juga digunakan sebagai tempat karaoke. Selain itu, tempat karaoke juga disinyalir sebagai sarang peredaran miras maupun prostitusi terselubung.

“Razia ini untuk mengeliminir tindak kejahatan dan menjaga suasana kondusif di Demak yang dikenal sebagai Kota Wali,” jelas Kompol Yani.

“Selain pemandu karaoke, kita juga mengamankan ratusan botol miras berbagai jenis,” ujarnya.