EQUITYWORLD FUTURES – Kepolisian Republik Indonesia telah memetakan potensi gangguan keamanan jelang Hari Raya Natal dan pergantian tahun.

Terdapat 13 daerah yang menjadi prioritas pengamanan.

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengungkapkan, ketigabelas daerah itu adalah Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Daerah-daerah tersebut dianggap rawan terjadi ganguan keamanan seperti radikalisme, intoleransi, dan terorisme.

“Di luar Polda itu adalah rawan prioritas kedua,” kata Badrodin, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Badrodin mengungkapkan, kepolisian juga akan melanjutkan Operasi Mantap Praja yang berjalan sejak 7 Desember 2015 dan disambung Operasi Lilin sampai 2 Januari 2016.

Personel gabungan yang diterjunkan untuk mengamankan Hari Raya Natal dan pergantian tahun mencapai 150,554 personel.

Jumlah tersebut terdiri dari personel 80.203 personel Polri dan 7.351 personel TNI serta instansi lainnya.

Peningkatan keamanan akan dilakukan di tempat ibadah, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi atau tempat-tempat yang dimanfaatkan masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun.

Polri juga menyiapkan 1.557 pos pengaman yang disebar di seluruh daerah. Pengamanan akan dilakukan secara terbuka dan tertutup.

Badrodin menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pengamanan akhir tahun.

“Secara keseluruhan persiapan sudah kita lakukan, mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan aman tanpa ada gangguan yang berarti,” ucapnya.