Pengamat Energi Marwan Batubara menilai visi dan misi di sektor energi kedua capres dan cawapres, PrabowoHatta, JokowiJK tidak mengungkapkan secara gamblang dan jujur. Kedua pasangan, tidak memaparkan secara detail arahnya kebijakan penghematan energi. “Yang sangat-sangat mendasar yaitu soal subsidi BBM,” ujar Marwan di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (19/6).

Marwan menilai kebijakan BBM bersubsidi sangat mempengaruhi hampir di semua sektor energi lainnya. Penyelesaian tingginya anggaran BBM, harus dilakukan secara bersamaan. “Kita harus sudah menaikkan harga BBM sesuai dengan harga keekonomian maka kita mempunyai uang cukup banyak, uang ini harus secara serentak dipakai untuk hal-hal lain, seperti untuk EBT, infrastruktur, gas dan sebagainya,” ungkapnya.

Dia mengatakan janji tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi adalah kebohongan publik. Jika BBM bersubsidi tidak dinaikkan harganya maka akan membebani APBN.

Subsidi energi saat ini hampir Rp 400 triliun. Jika enggak dinaikkan,maka APBN akan jebol Rp 200 triliun. “Ini orang mampu juga menikmati (BBM bersubsidi). Harusnya yang orang mampu beli sesuai harga kemampuan mereka,”