EQUITYWORLD FUTURES – Presiden Joko Widodo hari ini meresmikan pengoperasian terminal baru Bandara Sultan Thaha Jambi yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero).

Dalam pidato pembukaannya, Presiden yang akrab disapa Jokowi meminta agar manajemen Bandara Sultan Thaha bisa meminimalisasi waktu keterlambatan antara terbang dan mendarat.

“Jangan sampai seperti di Soekarno Hatta, keterlambatan di Bandara Soekarno-Hatta sangat menganggu, untuk terbang antri sampai setengah jam untuk turun pun harus antri. Bandara di Jambi jangan seperti Soekarno Hatta,” ujar Jokowi di Jambi, Kamis (21/7/2016).

Menurut Jokowi, jika waktu keterlambatan bisa diminimalisir, masyarakat pun akan semakin nyaman dan lebih memilih transportasi udara untuk bepergian ke daerah tujuan.

EQUITYWORLD FUTURES : “Ini semua harus dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan transportasi udara,” imbuh Jokowi.

Sekadar informasi, saat ini, sebanyak enam maskapai yakni Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Sriwijaya Air, Wings Air, dan Susi Air telah membuka konektivitas dan melayani masyarakat untuk penerbangan dari Jambi dengan kota tujuan antara lain Jakarta, Pekanbaru, Palembang, dan Batam.

Pembangunan terminal baru seluas 12.000 meter persegi ini dilakukan dengan menggunakan anggaran perusahaan untuk tahun 2015 hingga 2020 sebesar Rp 450 miliar. Pada akhir 2018 akan dimulai kembali pengembangan terminal.

Terminal baru Bandara Sultan Thaha dibangun dengan konsep modern beserta fasilitas-fasilitas terkini seperti garbarata, eskalator, lift, dan juga dilengkapi area komersial demi pelayanan serta kenyamanan penumpang atau pengunjung pesawat.

Lebih dari itu, PT Angkasa Pura II (Persero) juga menampilkan kearifan lokal di terminal baru ini melalui ditampilkannya ornamen kerajinan lokal sebagai bagian dari interior gedung terminal.

Sebagai bagian dari upaya mempromosikan pariwisata Jambi, PT Angkasa Pura II (Persero) menempatkan replika situs yang terdapat di Candi Muaro Jambi, yang merupakan situs komplek candi terbesari di Asia Tenggara. – Equity world Futures