EQUITYWORLD FUTURES – Tiongkok dan Jepang kian sengit mengambil “hati” pemerintah untuk mendapatkan persetujuan investasi mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Setelah delegasi Tiongkok datang pertengahan Agustus lalu dan bertemu dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), kini giliran delegasi Jepang menyambangi Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli.

Tak tanggung-tanggung, delegasi Jepang dipimpin langsung oleh utusan khusus Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sampai yaitu Hiroto Izumi yang merupakan penasehat Abe.

“Memang kita membahas tentang prospek kereta api cepat Jakarta-Bandung 200 kilometer bisa dicapai dalam 36 menit. Pihak Jepang karena kompetisinya ketat sekali,” ujar Rizal Ramli usai pertemuan dengan delegasi Jepang di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Selain utusan khusus PM Abe, delegasi Jepang yang menyambangi Rizal Ramli terdiri dari konsultan Jepang yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA), Japan Bank for International Cooperation (JBIC), dan beberapa orang dari kedutaan besar Jepang untuk Indonesia.

Sementara itu Hiroto Izumi mengungkapan, tujuan dirinya datang ke Indonesia dan bertemu Rizal Ramli yaitu ingin menjalin kerjasama di sektor maritim termasuk pembangunan mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Bahkan, Hiroto menjanjikan akan memberi keleluasaan kepada Indonesia mengoperasikan kereta cepat apabila dipercaya menjadi pemenang mega proyek tersebut.

Dia memahami persaingan dengan Tiongkok begitu ketat dalam memperebutkan proyek kereta api cepat. Namun, pihaknya akan menerima apapun keputusan Indonesia nantinya apakah akan memilih Tiongkok atau Jepang.

“Ini akan diputuskan dengan transparan dan secara terbuka, Jepang sangat menyambut baik prinsip seperti itu dan kami ingin hubungan dengan Indonesia terus lebih berlanjut,” kata dia.