EQUITYWORLD FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan bergerak variatif pada perdagangan Jumat (10/4/2015) ini. Dalam rentang terbatas indeks menguji level tertinggi terdekat di 5.520.

Perdagangan saham kemarin berlangsung kurang bergairah. IHSG setelah bergerak dalam rentang sempit 22 poin berhasil tutup di teritori positif menguat tipis 14,316 poin (0,26 persen) di 5.500,900. Pelaku pasar cenderung wait and see di tengah sentimen positif pasar kawasan Asia dan sejumlah isu individual.

Nilai transaksi di pasar reguler kemarin menyusut hanya mencapai Rp 3,78 triliun dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih Rp 362 miliar. Saham-saham lapis dua cenderung mendominasi perdagangan kemarin. Penguatan rupiah atas dollar AS hingga 0,4 persen di Rp 12.905 dari hari sebelumnya di Rp 12.957 turut menopang penguatan IHSG.

Hal itu sebagaimana terlihat dari penguatan di saham-saham sektor manufaktur dan konsumsi.

Dari eksternal, Bursa Wall Street Kamis (9/4/2015) waktu setempat melanjutkan penguatan namun terbatas. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,31 persen dan 0,45 persen ke level 17.958,73 dan 2.091,18. Harga minyak mentah di AS rebound tipis 0,65 persen di 50,75 dollar AS per barrel. Hal ini memicu penguatan kembali harga saham sektor energi yang turut menopang penguatan Wall Street.

Melanjutkan perdagangan akhir pekan ini, menurut Riset First Asia Capital, IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidatif berpeluang melanjutkan penguatan.

“IHSG akan kembali menguji resisten di 5.520. Sedangkan level support di 5.460. Peluang penguatan IHSG akan ditopang pergerakan rupiah atas dollar AS yang diperkirakan akan kembali menguat dan kondusifnya pasar saham global,” sebutnya.

Saham-saham yang direkomendasikan akhir pekan ini adalah ASII, CPIN, UNVR, INTP, dan PTPP. (BEN)