PT. EQUITYWORLD FUTURES – Emas naik ke level tertinggi dalam dua minggu seiring melemahnya dolar di tengah spekulasi Federal Reserve akan tetap melakukan pengetatan kebijakan moneter secara bertahap dan seiring investor mencerna data ekonomi dari China.

Bullion untuk pengiriman segera naik 0,7 persen ke level tertinggi sejak 5 Oktober dan diperdagangkan di level $ 1,270.62 per ounce pada pukul 11:13 pagi waktu London, menurut harga publik Bloomberg. Logam ini telah naik 0,9 persen pada dua hari sebelumnya seiring melemahnya indeks dolar mundur dari level tujuh bulan tertingginya.

Emas telah rally 20 persen tahun ini, sebagian dibantu oleh Fed yang masih mempertahankan suku bunganya tidak berubah. Data pada hari Selasa menunjukkan bahwa sementara biaya hidup di AS meningkat di laju tercepat dalam lima bulan pada bulan September, kenaikan harga tidak termasuk biaya makanan volatil dan bahan bakar  mendekati perkiraan. Kemungkinan bahwa suku bunga akan naik Desember turun menjadi 63 persen setelah data, turun dari 66 persen sehari sebelumnya.

Sementara itu, ekonomi China tetap stabil pada kuartal ketiga dengan produk domestik bruto naik 6,7 persen, menurut data pemerintah, Rabu.

Emas Naik di Tengah Spekulasi Suku Bunga The Fed

EQUITYWORLD FUTURESEmas berjangka naik di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan segera menaikkan suku bunga AS.

Hal itu karena penghasilan karyawan tertinggal pertumbuhan jumlah tenaga kerja, sehingga memberi sinyal inflasi akan tetap jinak.

Laporan pemerintah menunjukkan bahwa penghasilan per jam rata-rata semua karyawan di Amerika Serikat (AS) AS pada Desember turun 0,2% dari bulan sebelumnya, terbesar sejak 2006. Sementara jumlah tenaga kerja naik lebih dari perkiraan, dan tingkat pengangguran turun menjadi 5,6%.

“Jumlah tenaga kerja sangat baik, namuun ada penurunan pendapatan, sehingga kekhawatiran deflasi dan karena itu The Fed mungkin terpaksa menahan suku bunga,” kata ahli strategi pasar di EverBank Wealth Management Chris Gaffney kata dia dilansir dari Bloomberg, Sabtu (10/1/2015).

Harga emas telah meningkat 2,7% pada Januari, memperpanjang kenaikan dua bulan berturut-turut di tengah ekspektasi bahwa bank sentral di China dan Eropa akan meningkatkan program stimulusnya  untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara risalah pertemuan terakhir Federal Reserve yang dirilis pekan ini menunjukkan bahwa sejumlah pejabat menyatakan kekhawatiran terhadap inflasi terlalu rendah.

Emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 0,6% menjadi USD1.216,10 per ons pada pukul 01.55 siang di Comex New York, membawa keuntungan minggu ini menjadi 2,5%.

Pada tahun lalu, logam mulia membukukan penurunan tahunan berturut-turut untuk kali pertama sejak tahun 1998 di tengah menguatnya pasar saham dan rendahnya inflasi.

Sementara kepemiikan emas di SPDR Gold Trust meningkat 0,4% menjadi 707,82 metrik ton (MT), Equity world Futures terbesar sejak Juli tahun lalu. Kepemilikan emas pada tahun lalu menurun 89 ton karena harga tunai membukukan penurunan tahunan berturut-turut Kali pertama sejak 2000.

Spot emas di London ditutup naik ke level tertinggi mingguan dalam enam bulan terakhir. Data pemerintah AS menunjukkan bahwa pada 6 Januari 2015, para spekulan meningkatkan taruhannnya pada tren kenaikan harga emas pada level tertinggi sejak Agustus 2014.

 

Sumber: Bloomberg