PT. EQUITYWORLD FUTURES – Pound jatuh terhadap sebagian besar mata uang pasangannya pada hari Senin seiring aksi jual terbaru kembali terjadi di atas kekhawatiran tentang referendum kemerdekaan lain untuk Skotlandia.

Tekanan pada sterling berlanjut pada hari Senin setelah The Times melaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May sedang bersiap untuk pemerintah Skotlandia yang menginginkan referendum kemerdekaan kedua. Keputusan tersebut kabarnya akan bertepatan dengan pemulaian Pasal 50, yang akan memulai proses Brexit yang diperkirakan pada bulan Maret.

EQUITY WORLD Pada hari Jumat, pound mulai meluncur setelah surat kabar Independent melaporkan pemerintah Skotlandia serius mempertimbangkan referendum kemerdekaan kedua tahun depan.

Sterling melemah ke level $ 1,2391 pada awal perdagangan Senin, tetapi sejak pulih ke level $ 1,2423, level yang masih lebih rendah dari level yang terlihat akhir Jumat di level $ 1,2456

Di tempat lain, dolar bergerak datar terhadap yen dan euro hari Senin, seiring investor menghindari mengambil posisi yang kuat sebelum pidato Presiden AS Donald Trump kepada Kongres pada hari Selasa.

Greenback berpindah tangan di level ¥ 112,14, setelah jatuh ke level ¥ 111,92 di awal sesi. Itu dibandingkan dengan level ¥ 111,95 pada akhir Jumat di New York. Euro diperdagangkan di level $ 1,0566, dibandingkan dengan $ 1,0565 pada akhir Jumat.

WSJ Dollar Index, yang mengukur dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,01% menjadi 90,90.

Dalam perdagangan mata uang lain, euro menguat cukup ke level ¥ 118,53, dari level 118,45 ¥ pada akhir Jumat. (sdm)

Sumber: MarketWatch