PT. EQUITYWORLD FUTURES – Emas akan melanjutkan relinya karena dolar melemah, masa depan kenaikan suku bunga AS sudah diperkirakan dan pasar ekuitas menurun di tengah meningkatnya risiko geopolitik, menurut Prestige Economics LLC.

Spot emas naik sebanyak 0,8 persen menjadi $ 1,295.56 per ons pada hari Senin ini, level tertinggi sejak 9 November, dan diperdagangkan di $ 1,291.45 pada 12:43 siang di Singapura, menurut Bloomberg generic pricing. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,3 persen dan telah melemah sekitar 4,6 persen dari level tertingginya yang dicapai pada bulan Januari.

Pergerakan harga emas melemah pada perdagangan siang ini (Senin, 3/4/2017), tertekan oleh penguatan dolar.

PT. EQUITYWORLD Harga emas Comex kontrak Juni 2017 melemah 0,27% atau 3,40 poin ke US$1.247,80 per ounce pada pukul 14.17 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,06% atau 0,70 poin di posisi 1.251,90.

Pada saat yang sama, indeks dolar yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau naik 0,13% atau 0,130 poin ke posisi 100,480 setelah dibuka dengan penguatan 0,15% di 100,500.

Seperti dilansir Reuters, tingkat belanja konsumen AS hanya sedikit naik pada Februari di tengah keterlambatan pembayaran restitusi pajak penghasilan.

Namun, kenaikan tahunan terbesar pada data inflasi dalam hampir lima tahun mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini.

“Siklus kenaikan suku bunga telah terlihat dan hal itu dapat menahan harga emas di kisaran US$1.200-US$1.250, seiring lebih tingginya opportunity cost kepemilikan aset tak berbunga,” ujar Mark To, kepala riset Wing Fung Financial Group.

Pergerakan logam mulia sangat sensitif terhadap tingkat suku bunga. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan opportunity cost kepemilikan aset tidak berimbal hasil serta mendorong pergerakan dolar naik.

Akibat lebih lanjut, harga komoditas dalam nilai greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya sehingga dapat menyusutkan permintaan.

Meski demikian, PT Equityworld masih ada harapan bagi emas seiring ketidakpastian dalam politik seputar kebijakan Presiden Donald Trump dan sejumlah agenda pemilihan di Eropa tahun ini.

“Saya kira baik emas dan perak akan menyentuh level tertinggi barunya bulan ini menjelang agenda pemilihan Presiden Prancis, namun cenderung akan mereda segera setelahnya,” ujar Analis INTL FCSTone Edward Meir.

Fokus utama pasar untuk pekan ini adalah rilis laporan payroll AS serta pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang dimulai pada Kamis. Ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama sejak Trump menjabat pada 20 Januari.

Sejalan dengan emas, harga perak kontrak Mei 2017 melemah 0,42% atau 0,076 poin ke US$18,180 per ounce, setelah dibuka naik tipis 0,05% atau 0,009 poin di posisi 18,265.

Sumber: Bloomberg