PT. EQUITYWORLD FUTURES – Dolar menguat ke level tertinggi tiga bulan terhadap yen pada keyakinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini sementara Bank of Japan mempertahankan program stimulus mereka.

Greenback menguat untuk hari keempat dengan 73 persen kemungkinan bagi The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneter pada bulan Desember, menurut data berjangka. Llaporan pemerintah AS Jumat diperkirakan akan menunjukkan kenaikan pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga sehingga menambah kasus bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga. BOJ akan mempertahankan kebijakan tidak berubah pada pertemuan pekan depan, menurut ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.

Dolar naik 0,7 persen ke level 105,15 ¥ pada pukul 12:10 siang waktu New York. Mata uang negeri paman sam ini menyentuh level terkuat sejak 29 Juli. Bechtel melihat kesempatan untuk dolar menguat ke level ¥ 108 pada akhir tahun.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur kinerja mata uang AS terhadap sekeranjang 10 mata uang utama, naik 0,3 persen ke level tertinggi sejak Maret. Indeks berada di jalur untuk kenaikan 2,4 persen bulan ini, yang merupakan kenaikan terbesar sejak Mei.

EQUITYWORLD FUTURES Pagi ini (28/10), kurs Yen terpantau menguat terhadap Dolar AS. Nilai tukar Dolar AS terhadap Yen sendiri turun 0,24% menjadi 109.89. Penguatan Yen kali ini merupakan buntut dari rilis data neraca perdagangan Jepang pada April 2016 yang membukukan surplus hingga ¥ 823,47 miliar.

Di hari sebelumnya (Senin, 24/5), Kementerian Keuangan Jepang melaporkan bahwa ekspor Jepang turun 10,1% secara YoY di bulan April, merefleksikan permintaan yang juga menurun dari Tiongkok, Amerika Serikat maupun pasar di negara-negara berkembang. Nilai Impor Jepang untuk periode yang sama juga menurun hingga 23.3% YoY.

Jumlah impor yang menurun menjadi senjata ampuh bagi penguatan Yen, namun tak begitu pula halnya dengan saham-saham di negeri sakura tersebut.

Saham-saham eksportir langsung anjlok pada awal perdagangan pagi ini. Saham Honda turun -0,83%, saham Nissan melemah -0,86%, dan yang paling dialami oleh perusahaan Sony yang nilai sahamnya menukik hingga -1,12%.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka, terpantau anjlok 100 poin atau -0,60% di level 16,550 dari posisi di penutupan sebelumnya pada level 16,650.

Yen justru mendapat angin segar saat ekuitas Jepang tergelincir. Di awal pekan, Equity world Futures Dolar AS telah terkikis 0,4% ke level 109.77 melawan Yen, menjauhi posisi tertinggi akhir pekan lalu di level 110.59.