PT. EQUITYWORLD FUTURES – Minyak turun untuk hari kedua seiring perbedaan pendapat internal OPEC menghambat upaya antara pemasok utama di Wina selama akhir pekan untuk mencapai kesepakatan mengenai pemangkasan produksi guna mendukung harga.

Kontrak turun sebanyak 1,1 % di New York setelah merosot 2,1 % pada Jumat lalu. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mengakhiri pertemuannya pada hari Jumat tanpa mencapai kesepakatan pada kuota negara, menurut delegasi yang mengambil bagian dalam diskusi. Negara-negara non-OPEC menyelesaikan pembicaraan dengan kelompok tersebut pada hari Sabtu tanpa komitmen pasokan, kata Sekretaris Minyak dan Gas Brasil Marcio Felix. Brasil hadir sebagai pengamat, menurut Felix.

EQUITYWORLD FUTURES Harga minyak berfluktuasi mendekati US $ 50 per barel di tengah ketidakpastian tentang apakah OPEC dapat menerapkan pengurangan pasokan pertama dalam delapan tahun terakhir pada pertemuan resmi bulan November.

Pertemuan itu dibuka di Wina pada pekan lalu, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammed Barkindo memperingatkan konsekuensi jika produsen tidak menindaklanjuti kesepakatan untuk mengurangi output. Pemulihan harga telah terjadi terlalu lama dan pemasok tidak bisa mengambil risiko untuk menunda lebih lanjut, katanya.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun sebanyak 53 sen ke level $ 48,17 per barel di New York Mercantile Exchange, dan berada di level $ 48,36 pada pukul 09:23 pagi waktu Sydney. Kontrak tersebut jatuh US $ 1,02 ke level $ 48,70 pada hari Jumat. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 5 % di atas 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman Desember, yang berakhir hari Senin, merosot sebanyak 42 sen atau 0,8 %, ke level $ 49,29 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga minyak jenis Brent melemah 1,5 % ke level $ 49,71 pada hari Jumat. Minyak acuan global yang diperdagangkan pada premium dari $ 1,12 dibandingkan WTI. Equity world Futures Kontrak teraktif untuk bulan Januari turun 32 sen menjadi $ 50,36 per barel.

Sumber : Bloomberg