PT. EQUITYWORLD FUTURES – Minyak diperdagangkan mendekati $ 45 per barel seiring investor mempertimbangkan output AS yang kembali naik dengan penurunan stok minyak mentah dan bensin.

Futures sedikit berubah di New York setelah naik 2,9 persen pada tiga sesi sebelumnya. Produksi minyak mentah pekan lalu melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2015, menurut data pemerintah Rabu.

EQUITY WORLD Stok minyak mentah turun 7,56 juta barel, lebih dari tiga kali lipat perkiraan median dalam survei Bloomberg dan yang terbesar sejak September. Stok bensin turun untuk minggu keempat.

Dengan adanya langkah-langkah sangat segera itu, lanjut Presiden, dalam satu sampai dua minggu ini dilakukan berbagai langkah untuk mencapai stok minimum bahan bakar minyak (BBM) sehingga sampai pada batas aman.

Kepala Negara mengatakan pemerintah akan mengeluarkan kebijakan nasional untuk mencapai hal itu a.l. dengan meningkatkan produksi sumur minyak yang sudah menurun. Produksi minyak mentah Indonesia saat ini jauh menurun, hanya sekitar 1,125 juta barel per hari.

Harga minyak mentah dunia kemarin bertahan di atas level US$60 per barel akibat spekulasi bakal meningkatnya permintaan global dan pernyataan Presiden Iran terpilih, Mahmoud Ahmadinejad, untuk mempertahankan program nuklirnya. Pernyataan ini meningkatkan kekhawatiran secara geopolitik.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus berada di level $ 45,47 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 2 sen, pukul 7:53 pagi waktu London setelah turun 0,6 persen sebelumnya. Total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 33 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga naik 45 sen ke level $ 45,49 pada hari Rabu.

Brent untuk pengiriman September turun 4 sen ke level $ 47,70 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga naik 22 sen atau 0,5 persen, ditutup di level $ 47,74 pada hari Rabu. Equity world Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan pada premium $ 2,07 untuk WTI September.

 

Sumber: Bloomberg