PT. EQUITYWORLD FUTURES – Emas berjangka beringsut lebih rendah pada hari Senin, karena dolar AS yang lebih kuat, tetapi diperdagangkan tidak jauh dari level tertinggi lebih dari tiga minggu yang ditetapkan pada akhir pekan lalu terhadap kegelisahan tentang hasil pemilihan presiden AS.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember di Comex tergelincir $ 2,50, atau 0,2%, menjadi $ 1,274.30 per ons pada  settlement hari Senin.

Emas, yang mencapai lebih dari tiga minggu tertinggi pada akhir pekan lalu ketika volatilitas pemilu AS dihidupkan kembali dengan review tambahan email calon Demokrat Hillary Clinton, mereda pada hari Senin karena dolar menguat terhadap saingan utama.

Pembuat kebijakan Federal Reserve secara luas diharapkan untuk meninggalkan suku bunga tidak berubah ketika mereka menyimpulkan pertemuan dua hari pada hari Rabu, namun pernyataan itu akan diawasi untuk petunjuk dari kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Investor sangat berharap pada langkah The Fed di pertemuan tersebut.

Pergerakan harga emas bergerak naik menghampiri level tertingginya dalam lebih dari tiga minggu pada awal perdagangan hari ini, Senin (13/6/2016).

EQUITYWORLD FUTURES Harga emas kontrak Juni dibuka menguat sebesar 0,22% atau 2,80 poin ke posisi US$1.276,20 dan masih bergerak naik meski lebih kecil sebesar 0,07% atau 0,90 di level 1.274,30 pada pukul 09.47 WIB.

Harga emas berjangka naik di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange. – Antara

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, penguatan harga emas sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian akan potensi risiko apabila Inggris memutuskan hengkang dari Uni Eropa.

Selain itu, para pedagang juga berprediksi tentang nol kemungkinan bagi bank sentral AS The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunganya minggu ini.

“Saat ini kita memiliki kekhawatiran menjelang referendum Inggris untuk meninggalkan UE, yang memberikan riak terhadapnya dalam pemikiran para investor, jadi kesemua hal itu mengarahkan sedikit reli yang baik (pada emas) menuju kisaran US$1.300,” kata David Lennox, analis Fat Prophets di Sydney, kepada Bloomberg.

Di samping itu, tambahnya, berkurangnya prospek penaikan tingkat suku bunga juga mendukung kondisi kenaikan harga.

Berbanding terbalik dengan penguatan emas, harga perak kontrak Juli begerak turun signifikan sebesar 1,01% atau 0,175 poin ke US$17,155 per ounce pada pukul 12.14 WIB setelah dibuka dengan pergerakan stagnan di posisi 17,330.

Pada perdagangan Jumat (10/6/2016), pergerakan harga perak terpantau lebih cemerlang daripada emas dan ditutup dengan penguatan sebesar 0,36% atau 0,062 poin ke level 17,330, didorong oleh kekhawatiran pada suplai.

“Ketika perak diperjualbelikan, pasti diperjualbelikan lebih cepat dari emas, namun ketika perak reli, akan reli lebih banyak,” jelas Phil Streible, ahli strategi pasar senior RJO Futures di Chicago. “Permintaan fisik untuk perak cukup tinggi.  Equity world Futures Dan jika ada penurunan pada produksi, kita mungkin melihat tekanan pendek padanya.”

Sumber: MarketWatch