PT. EQUITYWORLD FUTURES – Minyak menguat seiring Arab Saudi menjanjikan pemotongan yang lebih banyak untuk ekspor minyak bulan depan sementara pengeboran minyak serpih menunjukkan tanda perlambatan.

Minyak berjangka di New York naik 1,8 persen, yang merupakan kenaikan terbesar dalam sepekan. Arab Saudi akan membatasi pengiriman pada 6.6 juta barel per hari pada Agustus, 1 juta barel lebih rendah dari tahun sebelumnya, kata Menteri Industri dan Energi Khalid Al-Faith. Di AS, Halliburton Co. dan Anadarko Petroleum Corp mengindikasikan bahwa investasi di ladang minyak serpih mungkin pada akhirnya menyerah pada penurunan harga minyak.

PT. EQUITYWORLD Minyak masih berada dalam bear market di tengah kekhawatiran kenaikan output global akan mengimbangi pembatasan output dari OPEC dan rekan-rekannya.

Meskipun komentar Saudi di pertemuan dengan para produsen minyak di St. Petersburg, Russia, pada hari Senin membantu mengangkat harga, di pertemuan yang sama juga disetujui untuk membiarkan Nigeria dan Libya melanjutkan peningkatan produksi mereka, sehingga memperlambat penyeimbangan di pasar.

West Texas Intermediate untuk pengiriman September menguat 93 sen ke level $47.27 per barel di New York Merchantile Exchange pada pukul 08.41 pagi waktu setempat. Total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 5 persen di atas pergerakan rata-rata 100 hari. Harga menguat 57 sen ke level $46.34 hari Senin.

Brent September naik 99 sen atau 2 persen ke level $49.59 per barel di ICE Futures Europe Exchange berbasis di London. Harga bertambah 54 sen ke level $48.60 hari Senin. PT Equityworld Minyak acuan global ini diperdagangkan pada premium $2.28 untuk WTI.

Sumber: Bloomberg