PT.EQUITYWORLD FUTURES Minyak menguat seiring tanda-tanda bahwa laju kenaikan stok minyak AS melambat seiring refiners kembali beroperasi setelah Badai Harvey sehingga mendorong permintaan minyak mentah.

Futures naik sebanyak 0,8 persen di New York setelah turun 0,9 persen pada hari Selasa. Stok minyak meningkat sebesar 1,44 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute melaporkan. Itu kurang dari setengah proyeksi kenaikan 3,9 juta barel pada survei analis Bloomberg.

Meskipun minyak telah pulih dalam dua minggu terakhir, harga telah berjuang untuk bertahan di atas $ 50 per barel tahun ini seiring kenaikan output AS menghambat pemangkasan stok yang dipimpin oleh anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak. Produksi harus dipangkas dengan tambahan 1 persen untuk membantu menyeimbangkan pasar, menurut Irak.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, yang berakhir Rabu, naik 41 sen ke level $ 49,89 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 73 persen di bawah rata-rata 100 hari. Equityworld Futures Harga turun 43 sen ke level $ 49,48 pada hari Selasa. Berjangka November yang lebih aktif menguat 32 sen ke level $ 50,22 pada pukul 7:47 pagi waktu Hong Kong.

Brent untuk pengiriman November turun 34 sen atau 0,6 persen ke level $ 55,14 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada hari Selasa. Minyak mentah acuan global ini mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 5,24 untuk WTI November.

Minyak memperpanjang kenaikan di atas $ 50 per barel di New York karena Irak meningkatkan prospek dari OPEC untuk mengambil langkah lebih lanjut demi mengatasi melimpahnya pasokan global.

West Texas Intermediate berjangka menambahkan 0,8 persen. Menteri Perminyakan Irak Jabbar al-Luaibi mengatakan ada dukungan di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak untuk memperdalam hambatan produksi sekitar 1 persen. Namun, Irak telah gagal memberikan potongan pasokan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan saat ini. Pengilangan AS menunda perawatan terjadwal saat mereka memulai kembali operasi setelah Badai Harvey, yang mendukung permintaan minyak mentah.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, yang berakhir Rabu, naik 38 sen menjadi $ 50,29 per barel di New York Mercantile Exchange pukul 12:38 waktu setempat. di London. Total volume yang diperdagangkan sekitar 3 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga ditutup pada $ 49,91 pada hari Senin setelah berakhir tidak berubah pada hari Jumat.

Brent untuk pengiriman November bertambah 21 sen menjadi $ 55,69 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Harga turun 14 sen menjadi $ 55,48 pada hari Senin. Minyak acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 5.02 untuk WTI November.

Minyak mempertahankan gain, berada di dekat level $ 50 per barel sebelum data stok minyak mentah AS seiring penyuling di AS menunda perawatan terjadwal setelah Badai Harvey melanda Pantai Teluk dan menutup hampir seperempat kapasitas pemurnian negara tersebut.

Futures sedikit berubah di New York setelah ditutup menguat 2 sen Senin. Pabrik terbesar di AS yang dioperasikan oleh Motiva Enterprises LLC di Texas mengatakan telah menunda operasional unit ke bulan April dari bulan September, sementara yang lain menghasilkan lebih banyak bahan bakar untuk memanfaatkan margin yang kuat. Stok minyak mentah Amerika mungkin naik 3 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum rilis laporan dari Informasi Administrasi Energi pada hari Rabu.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, yang berakhir Rabu, turun 9 sen ke level $ 49,82 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 1:38 siang waktu Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 28 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga ditutup di level $ 49,91 pada hari Senin setelah menetap tidak berubah pada hari Jumat.

Brent untuk pengiriman November turun 15 sen ke level $ 55,33 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga turun 14 sen ke level $ 55,48 pada hari Senin. Minyak acuan global ini diperdagangkan pada premium $ 5,10 untuk WTI November

(sdm)