PT. EQUITYWORLD FUTURES – Emas berjangka menetap dengan keuntungan yang sederhana pada hari Jumat untuk meraih kenaikain mingguan lebih dari 2% seiring ketidakpastian seputar pemilu AS terus meningkatkan daya tarik logam kuning sebagai investasi safe haven.

Emas Desember naik $ 1,20, atau kurang dari 0,1%, untuk sesi terakhir untuk menetap di level $ 1,304.50 per ounce. Untuk minggu ini, harga naik 2,2% , mencatatkan kenaikan mingguan keempat beruntunnya.

Data AS menunjukkan kenaikan yang cukup besar dalam pekerjaan baru untuk bulan Oktober, yang kemudian mengangkat prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember. Secara historis prospek untuk suku bunga yang lebih tinggi membebani emas.

AS menambahkan 161.000 pekerjaan baru pada bulan Oktober, dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,9% dari 5%, kendati tetap berada di dekat level terendah delapan tahun. Upah per jam, sementara itu, telah naik 2,8% selama tahun lalu, berada di laju tercepat dalam 12 bulan sejak Juni 2009.

EQUITYWORLD FUTURES Harga emas mendapatkan keuntungan pada penutupan perdagangan Jumat lebih dari 2 persen dalam sepekan. Isu Brexit masih memberikan pengaruh pada pergerakan harga emas itu sendiri.

Selain itu, pemilihan presiden Amerika Serikat yang tinggal menghitung hari juga memberikan sentimen pada pergerakan logam ini.

Data ekonomi Amerika Serikat pada Oktober menunjukkan ada lapangan kerja baru yang menyebabkan kenaikan peluang bagi The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga di Desember.

Melansir Marketwatch, Sabtu (5/11/2016), harga emas untuk pengiriman Desember naik US$ 1,2 atau kurang dari 0,1 persen untuk menetap di level US$ 1.304,5 per ounce. Equity world Futures Sementara secara mingguan, harga emas naik 2,2 persen.

Sementara harga perak dari keuntungan sebelumnya turun 4,5 sen atau 0,2 persen untuk bertengger di level US$ 18,371 per ounce. Secara mingguan, perak naik sekitar 3,2 persen.

Data menunjukkan AS menambah lapangan pekerjaan 161.000 pada Oktober dan rasio pengangguran turun ke 4,9 persen dari 5 persen.

“Data tenaga kerja itu cukup kuat untuk mendukung The Fed menaikkan suku bunga pada Desember nanti,” ujar Rob Haworth, senior investment strategist di the Private Client Reserve at U.S. Bank

Sumber: MarketWatch