PT.EQUITYWORLD FUTURES  Minyak memulai 2018 dengan bertahan di dekat level $ 60 per barel setelah menutup tahun dengan kenaikan tahunan kedua di saat Libya memulai kembali aliran minyak mentah melalui pipa yang terkena ledakan pekan lalu.

Futures tergelincir 0,3 persen di New York menyusul kenaikan 3,3 persen pekan lalu. Perbaikan pipa yang rusak pada 26 Desember diselesaikan pada hari Sabtu dan pemompaan minyak ke terminal Es Sider telah dilanjutkan, menurut seseorang yang terlibat langsung dengan masalah ini. Pengebor AS yang menargetkan minyak mentah tidak menambah atau mengurangi jumlah rig mereka untuk minggu kedua di angka 747, Baker Hughes mengatakan pada hari Jumat.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari berada di level $ 60,24 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 18 sen, pada pukul 8:19 pagi waktu Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 49 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga naik 58 sen ke level $ 60,42 pada hari Jumat, mengakhiri 2017 dengan gain lebih dari 12 persen.

Brent untuk pengiriman Maret naik 71 sen atau 1,1 persen ke level $ 66,87 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada hari Jumat. Harga bulan depan naik sekitar 18 persen tahun lalu. Minyak mentah acuan global ini mengakhiri sesi dengan premi $ 6,43 untuk WTI.

Dolar merosot pada hari Jumat, jatuh terhadap semua mata uang utama lainnya dan mengalami penurunan tahunan terbesar sejak 2003.Perdagangan cenderung tipis pada hari Jumat – sesi terakhir tahun ini – dengan banyak investor diduga masih menjauh dari pasar jelang liburan Tahun Baru,

ICE U.S. Dollar Index yang mengukur dolar terhadap sekeranjang enam mata uang saingan utamanya, turun 0,5% menjadi 92,188, diperdagangkan di level terendah sejak September.Untuk 2017, indeks ini turun 9,8%. Itu merupakan penurunan satu tahun terbesar sejak 2003, ketika jatuh 14,6% di tahun tersebut. Itu juga merupakan penurunan tahunan pertama untuk greenback sejak 2012.

Indeks Dolar WSJ turun lebih dari 0,3% menjadi 85,89 pada hari Jumat.Minyak berjangka mengakhiri perdagangan Jumat dengan catatan yang sangat optimis, bertahan di atas level $ 60 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari ditutup naik 1% atau 58 sen ke level $ 60,42, level penutupan tertinggi dan yang pertama di atas tingkat signifikansi psikologis sebesar $ 60 sejak sekitar Juni 2015, menurut data FactSet.

Data penghitungan anjungan dari Baker Hughes pada hari Jumat melaporkan penurunan kecil dalam jumlah anjungan selama seminggu, dengan pengeboran anjungan untuk bensin di AS turun dua buah menjadi 182, sementara pengeboran untuk minyak tersebut tetap tidak berubah pada 747.Kombinasi gangguan stok di awal minggu ini dan bukti bahwa stok di pasar minyak berkurang telah membantu mendorong harga lebih tinggi menuju 2018.

Emas berjangka mengincar sesi positif ketujuh mereka pada hari Jumat, diperdagangkan pada level tertingginya 10 minggu untuk menyelesaikan hari perdagangan terakhir tahun 2017 – sebuah tahun di mana logam kuning ini akan membukukan kenaikan sebesar 13%.

Emas Februari yang menjadi kontrak paling aktif di Comex, naik $ 2,10, atau 0,2% menjadi $ 1,299.40 per ons, dalam jarak yang tipis dari level $ 1.300. Kontrak tersebut ditutup pada hari Kamis di $ 1,297.20, tertingginya sejak 16 Oktober, menurut data FactSet. Emas menuju kenaikan sekitar 1,8% untuk bulan Desember, bulan terbaiknya sejak Agustus

 

Sumber Marketwatch, edit by PT Equityworld Futures Semarang