PT. EQUITYWORLD FUTURES Emas berjangka pada hari Rabu kembali menurun dari kenaikan tertinggi dalam empat bulan terakhir, karena indeks dolar AS kembali bergerak stabil.Emas Februari turun $ 1,40, atau 0,1 %, berada di level $ 1,335.60 per ons. Penetapan harga hari Selasa di level $ 1,337.10 adalah yang tertinggi sejak awal bulan September lalu. Emas minggu lalu meraih kenaikan pekan kelima berturut-turut, dalam rentan waktu terpanjang sejak April. Month to date, logam tersebut telah naik sekitar 2 %.

Saham-saham SPDR Gold yang diperdagangkan di bursa dan VEC Gold Emiten ETF keduanya tergelincir dalam perdagangan premarket.Euro tergelincir pada hari Rabu, menjauh dari level tertinggi tiga tahun di atas level $ 1,23 seiring beberapa pejabat Bank Sentral Eropa menyuarakan kekhawatiran tentang kekuatan mata uang tersebut.Penurunan euro membantu menstabilkan greenback, yang juga didukung oleh melemahnya dolar Kanada setelah Bank of Canada mengungkapkan nada hati-hati pada kenaikan suku bunga yang diharapkan pada hari Rabu.

Namun demikian, prospek dolar tetap mencemaskan seiring pandangan bahwa bank sentral lain selain Federal Reserve bergerak menjauh dari tingkat suku bunga ultra rendah dan alat tidak konvensional yang mereka adopsi setelah krisis kredit global tahun 2008.Pada pukul 11:22 pagi waktu EST / 16:22 GMT, indeks yang melacak dolar terhadap sekeranjang mata uang naik 0,20 persen menjadi 90,574. Ini menyentuh titik terendah tiga tahun di level 90,341 sebelumnya.

Euro turun 0,16 persen ke level $ 1,2239 setelah menjejaki level puncak tiga tahun tertinggi versus greenback di level $ 1,2322, data Reuters menunjukkan Harga minyak ditutup menguat pada hari Rabu untuk menutup beberapa kerugian mereka dari hari sebelumnya.Analis yang disurvei oleh S & P Global Platts mengharapkan Administrasi Informasi Energi pada hari Kamis melaporkan penurunan sebanyak 425.000 barel pada persediaan minyak mentah AS di pekan lalu. Itu akan menandai penurunan mingguan yang kesembilan secara berturut-turut.

Minyak mentah mentah West Texas Intermediate naik 24 sen atau 0,4%, untuk menetap di level $ 63,97 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah turun 0,9% pada hari Selasa Emas berjangka membukukan kenaikan sesi kelima dan menyentuh posisi empat bulan tertinggi lainnya pada hari Rabu, dengan logam kuning berdenominasi dolar mendapat dorongan karena dolar AS gagal membungkus sebagian besar reboundnya dari posisi terendah baru-baru ini.

Harga untuk logam kuning ini turun tipis dari level settlementsesaat setelah rilis Beige Book dari Federal Reserve.Emas Februari naik $ 2,10, atau hampir 0,2%, untuk menetap di level $ 1,339.20 per ounce- posisi tertinggi sejak 8 September. Emas pekan lalu tercatat merasakan kenaikan minggu kelima berturut-turut, rentetan kenaikan mingguan terpanjang sejak April. Untuk bulanan sampai saat ini, logam tersebut telah naik lebih dari 2%. Dalam perdagangan elektronik, harga sedikit turun ke level $ 1,338.10.

Dolar kembali turun setelah sebelumnya menguat, dengan indeks utama menyentuh level terendah tiga tahun pada hari Rabu. Greenback telah melemah dalam beberapa sesi terakhir, sebagian karena euro yang bergerak ebih tinggi pada ekspektasi Bank Sentral Eropa akan segera mengadopsi nada hawkish terhadap kebijakan moneter jika ekonomi zona euro terus menguat. ECB akan bertemu pada 25 Januari mendatang.

Melemahnya dolar dapat meningkatkan daya tarik emas sebagai investasi, karena sebagian besar komoditas dihargai dalam dolar. Sebaliknya saat dollar menguat, emas cenderung bergerak turun Minyak memperpanjang kenaikan di atas $ 64 per barel setelah data industri menunjukkan stok minyak mentah AS menyusut.

Minyak berjangka menambahkan sebanyak 0,6 persen di New York setelah naik 0,4 persen pada hari Rabu. Persediaan turun 5,12 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute melaporkan. Data pemerintah AS diperkirakan akan menunjukkan penurunan dalam persediaan pada minggu kesembilan. Produksi dari OPEC, yang merilis laporan bulanannya Kamis, meningkat bulan lalu, menurut orang-orang yang mengetahui hal tersebut.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari naik sebanyak 38 sen menjadi $ 64,35 per barel di New York Mercantile Exchange, dan diperdagangkan di $ 64,25 pada pukul 7:50 pagi di Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 80 persen di bawah rata-rata 100 harinya.Brent untuk pengiriman Maret mebguat 23 sen atau 0,3 persen menjadi $ 69,38 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange pada hari Rabu. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 5,46 untuk WTI Maret.

 

Sumber Marketwatch, edit by PT Equityworld Futures Semarang