PT.EQUITYWORLD FUTURES Dolar menguat terhadap yen di awal transaksi Eropa karena aksi jual pedagang di sesi sebelumnya, yang dibeli kembali setelah Nikkei 225 ditutup menguat 2%, sehingga meningkatkan sentimen risiko.Indeks Bloomberg Dollar Spot mengganti kerugian awal karena gain greenback vs yen membantu mengimbangi penurunannya terhadap Aussie dan kiwi yang didukung oleh harga komoditas.

USD / JPY naik 0,4% menjadi 106,59, memicu aksi buy-stop di atas reisistansi per jam di tengah risiko pembelian.Minyak mentah naik ke atas level $ 62 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari seminggu setelah aliansi beberapa produsen minyak terbesar di dunia mengisyaratkan kerja sama lebih lanjut untuk memperketat stok sampai akhir tahun.

Futures menambahkan 1,4 persen di New York setelah naik 4,2 persen pekan lalu. “Penyeimbangan pasar telah mendapatkan momentum besar” seiring Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan mitranya berupaya memangkas produksi, kata Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo pada hari Senin di Nigeria. Sementara itu, Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail Al Mazrouei mengatakan OPEC, Rusia dan produsen lainnya mencari cara untuk “mempertahankan” kerja sama mereka sampai melewati akhir tahun ini.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret menguat 82 sen ke level $ 62,50 per barel di New York Mercantile Exchange. Transaksi pada hari Senin akan dipesan pada hari Selasa untuk penyelesaian menyusul hari libur Presiden AS. Total volume yang diperdagangkan sekitar 65 persen di bawah rata-rata 100 hari.Brent untuk pengiriman April bertambah 89 sen ke level $ 65,73 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Minyak acuan global ini diperdagangkan pada premi $ 3,31 untuk WTI April

Sterling melemah terhadap dolar dan euro pada hari Senin, bertahan di level tertinggi 10 hari yang disentuh minggu lalu, seiring para pedagang menunggu data gaji utama yang akan dirilis akhir pekan ini yang akan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah pengetatan moneter dari Bank of England.Pasar telah bergerak untuk memperkirakan kenaikan suku bunga di bulan Mei, namun pengetatan semacam itu akan bergantung pada pertumbuhan gaji yang meningkat, dan apakah Perdana Menteri Theresa May dapat segera melakukan kesepakatan transisi dua tahun setelah Inggris keluar dari Uni Eropa.

Sterling turun 0,2 persen ke level $ 1,3998 pada pukul 17:07 GMT, turun lebih dari 2 persen dari level tertinggi 18 bulan di akhir Januari. Terhadap euro,mata uang tersbeut turun dengan jumlah yang sama ke level 88,59 pence per euro Emas berjangka melemah pada Senin ini, menghapus sebagian dari keuntungan minggu lalu, karena dolar yang menguat membebani logam tersebut, dan saat liburan Hari Presiden di AS memberi banyak pedagang penutupan sesi.Emas April turun $ 5,40, atau 0,4% menjadi $ 1,350.80 per ons dalam perdagangan elektronik, sementara perak Maret sedikit melemah, atau 0,3% menjadi $ 16,66 per ons.

Penurunan tersebut terjadi karena dolar yang  stabil sedikit menguat terhadap rival-rival utamanya.Dolar yang lebih lemah dapat meningkatkan harga komoditas dalam dolar, karena membuat mereka lebih murah dibeli oleh pemegang mata uang lainnya. Emas telah naik sekitar 9% selama 12 bulan terakhir, karena Indeks Dollar AS. telah kehilangan sebanyak 12%.Pada hari Jumat, emas berjangka berakhir naik sebesar 0,1% pada tingkat tertinggi dalam sekitar tiga minggu, dibantu oleh kemerosotan pada dolar

Emas menguat dengan pasar AS dan China tutup untuk liburan dan karena investor menunggu risalah Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk tentang kebijakan moneter.Bullion untuk pengiriman cepat datar di $ 1.347.80 per ons di London. Logam ini mengalami kenaikan sebesar 2,3% minggu lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak September.Pada logam mulia lainnya, Perak menguat 0,2% ke $ 16,6760 per ons, Platinum naik 0,8% ke $ 1,013.13 per ons naik untuk ke 6 , mencapai level tertingginya dalam 3 minggu, Palladium junga naik sebesar 0,3% ke $ 1,050.24 per ons naik selama 7 hari dalam rentag waktu kenaikan terpanjang sejak Desember

Sumber Marketwatch, edit by PT Equityworld Futures Semarang