PT.EQUITYWORLD FUTURES Emas mempertahankan penurunan terbesar mereka dalam sepekan, menuju penurunan bulanannya, setelah komentar pimpinan Federal Reserve Jerome Powell mengenai kekuatan ekonomi AS dianggap sebagai hawkish yang mana meningkatkan prospek kenaikan suku bunga.

Bullion untuk pengiriman segera melemah 0,1% ke level $ 1,316.60 / oz pada pukul 8:25 pagi waktu Singapura, menurut harga publik Bloomberg; jatuh 1,2% pada hari Selasa. Logam ini kehilangan 2% di bulan Februari untuk menghentikan tiga kenaikan bulanannya.Bloomberg Dollar Spot Index flat setelah naik 0,6% Selasa. Yield pada Treasuries 10 Tahun berada di 2,89%, setelah menambahkan 3 bps pada hari Selasa.

Di logam mulia lainnya, perak melemah 0,1% ke level $ 16,4185 / oz; jatuh 5,4% di bulan Februari, bersiap untuk penurunan bulanan terbesar sejak April. Platinum sedikit berubah di level $ 982,84 / oz; kehilangan 1,9% di bulan Februari sementara paladium naik 0,4% kelevel $ 1,042.61 / oz; bertambah 1,1% bulan ini.Harga emas turun pada hari Selasa, menandai penutupan harga terendah mereka dalam lebih dari dua minggu terakhir, ditengah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi setelah hari pertama kongres Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Emas untuk pengiriman bulan April turun $ 14,20 atau 1,1 %, untuk menetap di level $ 1,318.60 per ons. Itu adalah persentase dolar satu hari terbesar dan persentase terendahnya sejak 20 Februari lalu dan berakhir di level terendahnya sejak 9 Februari. Harga perak mersot 20,4 sen atau 1,2 % menjadi $ 16,346 per ons Harga emas bertahan di wilayah positif Selasa pagi menjelang pidato kongres pertama dari Ketua Federal Reserve yang baru, Jerome Powell dan petunjuk apa pun yang mungkin dia tawarkan mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini.

Emas menguat dan dolar turun karena sebagian besar analis mencari posisi yang cukup netral dari Powell dalam perjalanan perdananya ke Capitol Hill sebagai ketua The Fed yang baru.Emas April naik $ 1,50, atau kurang dari 0,1% menjadi $ 1,333.80 per ons. Harga telah mengalami kenaikan moderat sejak kontrak tersebut mencatat kerugian sebesar 1,9% untuk pekan lalu – penurunan terbesar sejak minggu pertama bulan Desember. Perak Mei naik tipis 2 sen atau 0,1% menjadi $ 16,64 per ons

Minyak diperdagangkan di dekat level tertingginya tiga minggu setelah terjadi gangguan pasokan di Libya dan karena investor menunggu data persediaan AS..Minyak berjangka di New York turun 0,3 persen setelah ditutup pada level tertingginya sejak 5 Februari di Senin kemarin karena ekspor minyak mentah dari terminal utama Libya terganggu. Fokus sekarang beralih ke stok AS, yang diperkirakan akan meningkat pada minggu lalu. Sementara stok sudah mengalami kenaikan di 3 minggu dari dari empat minggu terakhir, laju keuntungan melambat, meredakan kekhawatiran bahwa pasokan Amerika akan merusak jalur produksi OPEC.

West Texas Intermediate untuk pengiriman April turun 21 sen menjadi $ 63,70 per barel pada pukul 7:20 pagi di New York Mercantile Exchange. Harga menuju penurunan bulanan pertama sejak Agustus. Total volume yang diperdagangkan sekitar 44 persen di bawah rata-rata 100 harinya.

Brent untuk penyelesaian April, yang berakhir Rabu, turun 13 sen menjadi $ 67,37 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak May yang lebih aktif turun 12 sen menjadi $ 67,17. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 3,67 untuk WTI. Dolar AS memangkas kenaikan namun tetap berada di level tertingginya lebih dari dua minggu terakhir pada hari Selasa karena investor melacak kesaksian kongres tersebut oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang baru.Indeks Dollar ICE A.S. naik 0,6 % berada di level 90,426, dan Indeks Dolar AS WSJ yang lebih luas menguat 0,6 % pada level 84,06.

Terhadap mata uang Jepang, Dolar naik menjadi ¥ 107,58 dari level sebelumnya 106,94 yen pada Senin malam.Terhadap saingannya mata uang Eropa tergelincir melawan greenback, dengan pound Inggris membeli $ 1,3895 melawan $ 1,3966, dan euro diperdagangkan $ 1,2227, turun dari level sebelumnya $ 1,2319

Sumber Marketwatch, edit by PT Equityworld Futures Semarang