PT. EQUITYWORLD FUTURES – Emas berjangka melompat lebih tinggi pada hari Senin, dengan penurunan dalam dolar AS dan pasar saham membantu logam mulia mendapatkan kembali kekuatan setelah menjejaki posisi terendah yang terakhir terlihat pada bulan Februari.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik $ 12,40, atau 1,1%, untuk menetap di level $ 1,190.80 per ounce. Hal itu menyusul sesi Jumat di saat kontrak turun 0,9% ke level kurang dari $ 1.179 per ounce.

PT. EQUITYWORLD Harga pekan lalu kehilangan sekitar 2%.Emas Februari yang juga merupakan salah satu kontrak teraktif,naik $ 12,80, atau 1,1%, untuk berakhir di level $ 1,193.80 per ounce.

ICE AS Dollar Index yang mengukur dolar AS terhadap enam rivalnya, turun tipis sebesar 0,2% pada perdagangan Senin. Penguatan dolar AS dapat memotong harga dalam mata uang dolar untuk emas dan komoditas lainnya. Begitu juga dengan suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi negatif untuk emas dan logam lainnya seiring ketidakmampuannya membayar bunga.

Harga emas pada hari Senin juga mendapat dorongan seiring penurunan ekuitas AS membantu untuk meningkatkan daya tarik investasi logam.

Di sisi lain, selera investor terhadap aset lindung nilai seperti emas berkurang sehingga cenderung melakukan aksi jual. Puncaknya terjadi pada Kamis (24/11), dimana harga gold spot berada di posisi US$1.181,67 yang menjadi level terendah dalam 9 bulan terakhir.

Kejatuhan harga yang begitu rendah membuatnya mengalami rebound teknikal. Balnchard juga menilai saat ini merupakan masa tenang sebelum Federal Open Market Committee (FOMC) pada 13–14 Desember 2016. Probabilitas peluangnya kini sudah mencapai 100%, sehingga dipercaya dapat terjadi.

“Ada pendapat yang menyatakan ini merupakan masa tenang sebelum badai [hasil rapat FOMC]. PT. Equityworld Kenaikan suku bunga seperti tahun lalu akan menjadi katalis nyata bagi harga emas,” tuturnya seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (28/11/2016).

Sumber: MarketWatch