PT. EQUITYWORLD FUTURES – After gyrations immediately after the monthly jobs report, details of which were seen softer than expected, the dollar steadied on Friday, trading slightly higher against the yen, but weaker against the euro.

The U.S. Dollar Index  which measures the currency against a half-dozen major rivals, was little changed at 100.90. The WSJ Dollar Index which looks at the dollar against a basket of 16 currencies, was off by 0.1% at 91.47.

The Japanese yen weakened against the dollar declining to ¥113.86 from ¥114.09 late on Thursday. Over the past week, however, the dollar rose 0.7% against the yen.

PT. EQUITYWORLD The euro traded lower at $1.0645 from $1.0662 late Thursday in New York. The euro had traded higher initially against its U.S. rival, fetching as much as $1.0691 in Asia trade Thursday. Over the past week the euro firmed 0.6% against the dollar.

“Suara ‘no’ hanya akan memberikan dampak dalam jangka waktu tertentu. Jadi, saya tidak memperkirakan Euro akan terjun bebas lagi dalam waktu dekat,” kata Minori Uchida, Kepala Analis Mata Uang di Bank of Tokyo-Mitsubishi yang dikutip oleh Reuters.

“Namun, dalam jangka waktu yang lebih panjang, hal ini (kemenangan suara no) akan menjegal proses yang sedang diupayakan oleh Italia untuk menyelesaikan masalah utang perbankan yang makin memburuk, dan tampaknya akan memperlebar spread imbal hasil obligasi Jerman dan Italia,” sambungnya.

Para investor dan politisi Eropa khawatir, kemenangang opsosisi ‘No’ di Italia dapat menyebabkan ketidakstabilan politik dan menimbulkan masalah baru dalam sektor perbankan Italia yang memang sudah terpukul oleh masalah utang.

Pengunduran diri PM Renzi mewakili guncangan baru yang dihadapi Uni Eropa. Seperti yang telah diketahui, Italia yang merupakan negara ekonomi terkuat ketiga di Zona Euro, sedang berjuang untuk mengentaskan diri dari krisis. PT. Equityworld Yang paling buruk, kemenangan suara ‘No’ dan mundurnya Renzi makin membuka lebar pintu kemungkinan Italia untuk keluar pula dari Uni Eropa menyusul Inggris.

Source: Bloomberg