PT. EQUITYWORLD FUTURES – Harga minyak turun dari level tertingginya di lebih dari satu tahun terakhir Selasa ini, karena para pedagang mengambil keuntungan setelah reli tajam yang diikuti keputusan minggu lalu oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk memangkas produksi.

Minyak mentah Brent, minyak acuan global, turun 37 sen, atau 0,7%, ke $ 54,56 per barel di bursa London™s ICE Futures exchange. Di New York Mercantile Exchange, West Texas Intermediate berjangka diperdagangkan turun 61 sen, atau 1,2%, ke $ 51,20 per barel. Pada hari Senin, kedua pasar telah mencapai level tertingginya sejak Juli 2015.

EQUITY WORLD Harga minyak dunia berakhir merosot pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para pedagang mengambil keuntungan setelah minyak mentah naik di atas tingkat psikologis US$50 minggu ini, didorong bukti adanya penurunan persediaan.

Di Amerika Serikat, pedagang bersikap hati-hati menjelang libur panjang akhir pekan, ketika pasar akan ditutup pada Senin untuk memperingati “Memorial Day”.

“Karena liburan akhir pekan ini, banyak orang yang sudah keluar,” kata Carl Larry di Frost & Sullivan, seperti dikutip Antara, Sabtu (28/5/2016).

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun 15 sen menjadi berakhir di US$49,33 per barel di New York Mercantile Exchange.

Di London, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk Juli menetap pada US$49,32 per barel, turun 27 sen dari tingkat penutupan Kamis.

“Hal utama adalah kita benar-benar tidak bergerak jauh dari batas US$50 ini. Ini lebih rendah tetapi tidak jatuh, ini yang baik,” kata Larry. “Saya pikir kita akan mempertahankan level ini.” Harga minyak telah melampaui US$50 per barel untuk pertama kalinya tahun ini pada Kamis, Equity world  karena gangguan produksi di Kanada dan Nigeria mengurangi kekhawatiran jangka pendek tentang pasokan global yang berlimpah.

Larry juga mengutip pertemuan OPEC pekan depan untuk membahas tingkat produksi dunia sebagai alasan untuk tindakan pasar bersikap hati-hati. “Saya tidak berpikir setiap orang ingin berdagang dengan terlalu banyak risiko di sini,” katanya.

Sebagian besar analis memperkirakan pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada 2 Juni, tidak akan menghasilkan tindakan untuk mengatasi kelebihan pasokan global.

 

Sumber: MarketWatch