PT. EQUITYWORLD FUTURES – Emas naik terhadap hri ke-2 menyusul meningkatnya invitasi haven pasca angka ekspor China menyinyalir perlambatan lebih dekat negeri bersama ekonomi paling besar ke-2 di dunia itu seiring AS bersigap terhadap meningkatkan suku bunga.

Bullion kepada pengiriman serentak naik sejumlah 0,5 prosen ke strata $ 1,261.92 per ounce dan diperdagangkan di lapisan $ 1,259.56 terhadap pukul 11:30 pagi disaat London,akan harga mahajana Bloomberg. Logam ini naik 0,2 % guna hri Rabu.

Investor mencari modal haven, termasuk juga emas, franc Swiss dan yen sesudah ekspor Cina mendapatkan penyusutan paling besar dekat tujuh bln, sesudah menit mulai sejakjumpa September Federal Reserve yg memperkuat bab buat pengetatan kebijakan moneter sebelum penghabisan th. Logam kuning ini naik pada empat mulai sejak lima hriterakhir sesudah turun di bawah rata rata pergerakan 200-hari bagi 6 Oktober dulu, titik yg dicermati oleh mereka yg bergayut guna pola grafik kepada anjuran bagi arah harga ke depan.

Posisi emas naik dalam dua sesi perdagangan terakhir seiring dengan meningkatnya kepemilikan batu kuning ke level tertinggi sejak Desember 2013 dan proyeksi Goldman Sachs Group Inc yang menaikkan perkiraan harga.

Pada perdagangan Rabu (11/5) pukul 18:29 WIB harga emas Comex untuk kontrak Juni 2016 terkerek 12,4 poin atau 0,98% menjadi US$1.277,1 per troy ounce. Adapun emas Gold Spot naik 8,94 poin atau 0,71% menjadi US$1.274,78 per troy ounce.

Jeffrey Currie dan Max Layton, Analis Goldman Sachs Group Inc., menaikkan proyeksi harga emas dalam triwulan pertama sebesar US$1.200 per troy ounce, semester I/2016 sejumlah US$1.180 per troy ounce, dan dua belas bulan atau akhir tahun senilai US$1.150 per troy ounce.

Sebelumnya, Goldman memprediksi nilai jual masing-masing periode tersebut ialah US$1.100, US$1.1050, dan US$1.000 per troy ounce.

EQUITYWORLD FUTURES Revisi harga dilakukan setelah ekonom Goldman memotong proyeksi kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 50 poin dari sebelumnya 100 poin dalam 12 bulan ke depan. Mereka berpendapat Fed Fund Rate (FFR) kemungkinan besar naik pada September 2016.

Berdasarkan data Fed-fun futures, peluang kenaikan FFR di September ialah 31%. Namun, tidak menutup kemungkinan suku bunga naik pada Juli seiring dengan membaiknya ekonomi AS. Prediksi peluang pengerekan pada Juli sebesar 17%.

“Risiko kenaikan harga emas relatif terbatas, dengan pandangan Fed yang kini lebih hawkish. Dolar pun secara bertahap akan terapresiasi dalam 3-12 bulan,” papar Goldman seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (11/5/2016).

Sementara itu, kepemilikan emas di exchange traded funds (ETF) meningkat ke level tertinggi sejak Desember 2013. Berdasarkan data Bloomberg,  pada Selasa (10/5) kepemilikan naik ton menjadi 1.806,71 ton, naik 11 hari berturut-turut atau melonjak 24% sepanjang tahun berjalan.

Sepanjang kuartal I/2016, harga emas terkerek 16% yang menjadi pertumbuhan triwulan terbesar sejak 1986. Sentimen utama yang mendorongnya ialah volatilitas ekuitas global dan melemahnya pertumbuhan China serta mata uang yuan.

Menurut Jeffrey dan Max, kondisi yang penuh risiko sejak awal tahun dan berkontribusi menopang kemilau emas tidak akan berlanjut dalam waktu dekat. Alasannya, kepercayaan terhadap pertumbuhan ekonomi China meningkat seiring dengan stabilnya mata uang dan meningkatnya harga minyak mentah.

Bank Dunia mencatat kinerja emas pada kuartal I/2016 mencapai rerata harga sebesar US$1.181 per troy ounce, naik 6,68% dibandingkan triwulan sebelumnya senilai US$1.107 per troy ounce.

Faktor yang memengaruhinya ialah sentimen kenaikan Fed Rate mengendur, pelemahan dolar AS, meningkatnya risiko pasar makro, dan peningkatan permintaan terhadap aset haven.

Namun, harga emas pada 2016 dapat terkoreksi 1% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$1.150 per troy ounce. Besarnya penawaran pada triwulan pertama akan anjlok ke depannya seiring dengan kenaikan dolar dan pengetatan kebijakan ekonomi Paman Sam.
Sumber: Bloomberg