PT. EQUITYWORLD FUTURES – Minyak turun dari penutupan tertingginya sejak Juli 2015 seiring bergesernya fokus ke membesarnya persediaan minyak mentah AS setelah OPEC dan negara-negara produsen lainnya sepakat untuk memangkas produksi.

Minyak mentah turun sebanyak 2 persen di New York setelah naik pada empat sesi sebelumnya. Stok AS naik sebesar 4,68 juta barel pekan lalu, Industri yang didanai American Petroleum Institute mengatakan pada sebuah laporan.

EQUITY WORLD Pasar minyak akan berayun ke defisit pada semester pertama 2017, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, karena produsen menahan pasokan, menurut Badan Energi Internasional. OPEC mengatakan bahwa permintaan tidak akan melebihi pasokan hingga paruh kedua tahun depan.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari turun 75 sen, atau 1,4 persen, ke $ 52,23 per barel pada 09:15 pagi di New York Mercantile Exchange. Kontrak naik ke $ 52,98 pada hari Selasa, penutupan tertinggi sejak 14 Juli 2015.

Brent untuk pengiriman Februari turun 57 sen, atau 1 persen, Equity world ke $ 55,15 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 1,98 untuk WTI Februari.

Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM mengatakan, harga minyak mentah WTI meningkat di atas US$45 per barel bukan disebabkan oleh membaiknya sentimen terhadap komoditas tersebut, melainkan akibat melemahnya dolar AS. Pasalnya, pelemahan mata uang dolar menurunkan ekspektasi peningkatan suku bunga The Fed.

Pelemahan greenback merupakan ekses buruknya data tenaga kerja Paman Sam. Departemen Tenaga Kerja AS menyebutkan data non-farm payroll (NFP) periode Agustus 2016 hanya naik 151.000, setelah melonjak ke 275.000 pada Juli 2016. Angka NFP terbaru juga di bawah prediksi survei Bloomberg sebesar 180.000.

Sumber: Bloomberg