PT. EQUITYWORLD FUTURES – Yen melemah terhadap mata uang rivalnya pada hari Selasa, sementara euro tergelincir seiring investor mengamati detail lebih lanjut tentang serangan mematikan di Jerman dan Turki.

Mata uang AS diperdagangkan di level 117,93 ¥, dibandingkan dengan level ¥ 117,09 pada akhir Senin di New York.

Euro dibeli $ 1,0388 dibandingkan dengan $ 1,0399 pada akhir Senin.

PT. EQUITYWORLD Indeks dolar ICE AS yang membandingkan greenback terhadap setengah lusin saingan, naik 0,2% menjadi 103,34. WSJ Dollar Index, yang mengukur dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama, menguat 0,1% menjadi 93,35.

Seperti yang diharapkan secara luas, Bank of Japan memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan moneter dengan menjaga target laju jangka pendek di minus 0,1% dan target  yield obligasi 10-tahun pemerintah Jepang tersebut pada sekitar nol. BoJ juga mengatakan akan terus membeli obligasi pemerintah Jepang di laju sebelumnya sekitar ¥ 80 triliun per tahun.

Mata uang yen mengalami penurunan sekitar 3% dalam tiga minggu terakhir akibat rencana Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda menambah pembelian obligasi. Bank sentral bersama pemerintah bakal mendorong stimulus untuk menahan penguatan yen.

Elias Haddad, Senior Currency Strategist at Commonwealth Bank of Australia, mengatakan pandangan bullish terhadap pasangan mata uang US$-JPY sudah berbalik.

Pelonggaran fiskal oleh pemerintah Jepang dan rebound harga komoditas dari posisi terbawahnya akan mempersempit surplus neraca perdagangan. “Faktor-faktor ini akan melemahkan yen,” ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (17/10/2016).

Menanjaknya harga minyak mentah juga berdampak negatif terhadap mata uang Jepang sebagai negara importir. PT. Equityworld  Harga minyak meningkat setelah OPEC setuju memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir.

Sumber: MarketWatch