PT. EQUITYWORLD FUTURES – Minyak mentah berjangka tergelincir pada Kamis ini setelah kejutan atas stok minyak mentah AS pekan lalu, namun penurunannya terbatasi oleh pelemahan AS dolar.

Bahkan, harga minyak mentah yang sedikit lebih tinggi Kamis pagi, sebelum berpindah lebih rendah. Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light, sweet untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada $ 52,23 per barel, turun 26 sen, atau 0,5%, di sesi elektronik Globex. Minyak mentah Brent di bursa ICE Futures London tergelincir 26 sen, atau 0,5%, ke level $ 54,19 per barel.

Nymex reformulated gasoline blendstock untuk kontrak Januari turun 64 poin menjadi $ 1,5991 per galon, sementara diesel Januari diperdagangkan lebih tinggi di level $ 1,6421, 20 poin.

EQUITY WORLD Gasoil ICE untuk Januari ditransaksikan pada $ 481,75 per metrik ton, turun $ 4,50 dari settlement Rabu.

Negara-negara produsen utama minyak mempertimbangkan untuk memotong produksi. Presiden Rusia pun mengatakan bahwa negaranya mendukung rencana tersebut.

Namun dengan data yang ada yaitu peningkatan produksi pada September kemarin, membuat para analis tidak yakin bahwa kesepakatan tersebut bisa berjalan dengan mulus.

Beberapa negara diperkirakan cenderung tidak akan menjalankan kesepakatan tersebut. Equity world Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara lain tetap akan meningkatkan produksi dan membuat skenario masing-masing.

“Laporan International Energy Agency membuat pelaku pasar dasar dan kembali ke kenyataan bahwa sangat sulit untuk mengendalikan negara-negara produsen minyak dalam satu kesepakatan,” jelas Direktur Riset ClipperData, Matt Smith.

Riset Goldman menyebutkan bahwa jika memang OPEC gagal menjalankan kesepakatan tersebut pada bulan delan maka kemungkinan besar harga minyak akan jatuh ke kisaran US$ 43 per barel.

Sumber: MarketWatch