PT. EQUITYWORLD FUTURES – Pound melemah terhadap semua mata uang utama terkait komentar Perdana Menteri U.K. Theresa May selama akhir pekan memicu kekhawatiran bahwa U.K. akan kehilangan akses ke pasar tunggal Eropa.

Sterling turun 0,9 persen terhadap dolar ke level 1,2174 pada pukul 08:47 pagi waktu London, yang terendah sejak Oktober lalu. Meninggalkan Uni Eropa akan menjadi “hubungan yang benar, bukan tentang menjaga keanggotaan,” kata May dalam sebuah wawancara Sky News, Minggu.

PT. EQUITYWORLD Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dibuka di level Rp13.410/USD dengan kisaran Rp13.410 – Rp13.515/USD atau menguat tipis dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.415/USD. Pergerakan rupiah makin melemah setelah pada pukul 10.10 WIB ke posisi Rp13.475/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah mengawali pekan ini dibuka pada level Rp13.495/USD. Rupiah terlihat semakin memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.296/USD atau anjlok sebesar 199 poin.

Menurut data Bloomberg, rupiah pada sesi pagi juga terperosok di posisi Rp13.468/USD dengan kisaran harian Rp13.425 – Rp13.535/USD. Posisi ini melemah dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.391/USD. Dan semakin parah pada pukul 10.12 WIB bergerak menjadi Rp13.469/USD.

Pada data Sindonews bersumber dari Limas, PT. Equityworld rupiah pada pukul 10.00 WIB juga menunjukkan penyusutan pada level Rp13.480/USD  atau semakin anjlok dibanding kemarin di level Rp13.422/USD.

Seperti dilansir BBCnews, Senin (27/6/2016) Nilai mata uang Inggris, poundsterling jatuh pada sesi awal perdagangan di pasar keuangan Jepang. Pada pukul 08.57 waktu Tokyo, nilai tukar pound terhadap yen mencapai 137,16 yen atau turun dari 139,64 yen.

Sumber : Bloomberg