PT.EQUITYWORLD FUTURES Harga minyak berakhir lebih tinggi Kamis karena potensi badai menuju Teluk Meksiko menimbulkan risiko terhadap produksi minyak mentah dan aktivitas kilang di wilayah tersebut. Equity World Badai Tropis Nate diperkirakan akan menjadi topan pada akhir pekan dan melewati pusat teluk. Spekulasi mengenai kemungkinan berlanjutnya penurunan produksi OPEC setelah pertemuan antara Arab Saudi dan Rusia juga memberikan dukungan untuk harga. Minyak mentah WTI November naik 81 sen atau 1,6% menjadi US $ 50,79 per barel di New York Mercantile Exchange Emas melemah pada hari Kamis, mengalami kerugian dalam pekan ini, karena investor menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai rencana Federal Reserve AS untuk suku bunga dari laporan nonfarm payrolls utama yang dijadwalkan pada akhir minggu ini.

Emas Desember turun sebesar $ 3,60, atau 0,3%, untuk berakhir di $ 1,273.20 per ons. Logam kuning pada hari Rabu naik bahkan sekalipun indeks aktivitas sektor jasa bulanan yang dirilis hari itu membukukan pembacaan terkuatnya sejak pertengahan 2005. Harga bersiap untuk penurunan mingguan sekitar 0,9% setelah penurunan dalam masing-masing tiga minggu terakhir. Bursa yang memeperdagangkan SPDR Gold Shares turun 0,14 dalam transaksi Kamis.

Sementara itu, perak Desember turun sekitar 1,4 sen atau di bawah 0,1%, berakhir pada $ 16,638 per ons, sementara perak ETF iShares Silver Trust % naik 0,2%Minyak diperdagangkan mendekati level $ 50 per barel di New York seiring para pedagang menilai lonjakan ekspor minyak mentah AS dengan kemungkinan penurunan produksi oleh OPEC dan Rusia.

Futures sedikit berubah setelah menetap di level terendah dua minggu pada hari Rabu. Pengiriman luar negeri dari AS melonjak ke rekor minggu lalu seiring meningkatnya produksi, data pemerintah menunjukkan. Di Rusia, Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa dia terbuka untuk memperpanjang kesepakatan dengan OPEC untuk mengekang stok, meskipun keputusan tidak akan dibuat sampai kesepakatan akhir ini berakhir pada bulan Maret. Raja Saudi Salman bin Abdulaziz memulai kunjungan empat hari ke negara tersebut pada hari Rabu.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November turun 4 sen ke level $ 49,94 per barel pada pukul 12:55 siang waktu London. Total volume yang diperdagangkan sekitar 35 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga turun 44 sen atau 0,9 persen ke level $ 49,98 pada hari Rabu.Brent untuk penyelesaian Desember naik 24 sen ke level $ 56,04 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, setelah turun 20 sen pada hari Rabu. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan pada premium sebesar $ 5,74 untuk WTI Desember.

Pound Inggris tergelincir setengah persen ke posisi terendah tiga minggu terhadap dolar dan euro pada hari Kamis, seiring investor khawatir tentang kemampuan Perdana Menteri Theresa May untuk mempertahankan posisinya setelah pidato yang dianggap buruk di hari sebelumnya.

Setelah menyentuh level tertinggi terhadap dolar sejak hasil referendum tahun lalu untuk Brexit pada ekspektasi bahwa BoE memang akan bergerak terkait kebijakan pada bulan November, sterling telah turun kembali lebih dari 3 persen dalam dua minggu terakhir seirinng kekhawatiran akan kurangnya persatuan dalam pemerintahan. , serta kekhawatiran tentang Brexit dan pengaruhnya terhadap ekonomi.

Pada hari Kamis pound jatuh setengah persen ke level $ 1,3175, posisi terlemah pound sejak 14 September. Mata uang ini juga melemah setengah persen ke level 89,34 pence per euro.Pound tertekan pada hari Rabu oleh komentar dari lembaga pemeringkat Standard & Poor’s, yang mengatakan bahwa lembaga itu “agak skeptis” bahwa ekonomi Inggris memerlukan kenaikan suku bunga segera, dan komentar hawkish dari BoE diutarakan guna mendorong sterling dan inflasi yang melesu

(sdm)