PT. EQUITYWORLD FUTURES – Dolar AS pada hari Rabu melemah, dengan euro menuju ke level tertinggi terhadap greenback dalam satu tahun terakhir karena investor mengukur ketika Bank Sentral Eropa dapat mulai mengurangi stimulus moneter.

Indeks Dollar ICE yang mengukur mata uang terhadap enam mata uang saingan utama lainnya, turun 0,2 %, ke level 96,30.

Langkah itu sejalan karena euro, yang memiliki ukuran terbesar dalam indeks, bergerak menuju level $ 1.1400. Wilayah itu tidak diketahui mata uang bersama sejak Juni 2016, menurut data FactSet.

EQUITY WORLD Euro diperdagangkan di level $ 1,1370 setelah mencapai level intraday tertinggi di level $ 1,1389. Ini diambil pada level $ 1,1340 akhir Selasa di New York.

Penguatan ini terjadi setelah dolar AS melemah pasca-rilis data perumahan AS yang lebih rendah dari perkiraan yang lebih lemah dari perkiraan, menambah serangkaian data ekonomi yang mengecewakan.

Walaupun dolar sempat pulih setelah data menunjukkan produksi manufaktur AS mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga tahun terakhir, minat investor terhadap greenback kembali memburuk pada perdagangan selanjutnya.

Sementara itu, data yang dirilis menunjukkan ekonomi zona euro tumbuh 1,7% pada kuartal pertama 2017 dibanding periode yang sama tahun lalu (year-on-year), sejalan dengan ekspektasi analis.

Kemenangan Emmanuel Macron dalam pemilihan presiden Prancis dan meningkatnya ekspektasi integrasi Eropa juga turut memberikan sentimen positif pada euro, kata para analis.

Boris Schlossberg, managing director analis mata uang BK Asset Management, Equity world mengatakan aksi jual dolar sepertinya akan berlanjut mengingat potensi dampak politik lanjutan terkait laporan bahwa Trump mengungkapkan informasi rahasia kepada pejabat Rusia pekan lalu.

Sumber : Market Watch