PT. EQUITYWORLD FUTURES – Dolar naik terhadap yen untuk hari kedelapan, keuntungan jangka terpanjang sejak Juli 2014, di tengah spekulasi bahwa data pekerjaan pada hari Jumat akan meningkatkan probabilitas pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve tahun ini.

Mata uang AS naik terhadap semua 10 kelompok peer-nya setelah sebuah laporan hari Kamis menunjukkan klaim awal untuk jaminan pengangguran pekan lalu turun hampir ke tingkat terendah sejak tahun 1973, sementara data yang dirilis pada hari Rabu mengungkapkan perusahaan jasa diperluas pada bulan September pada tingkat tercepat dalam hampir setahun.

Yang membantu mendongkrak permintaan perdana investor untuk mempertahankan Treasury dengan tenor dua tahun atas obligasi jatuh tempo yang sama dari enam negara besar lainnya ke level tertinggi tahun ini.

Tanda-tanda perbaikan di ekonomi terbesar dunia, ditambah dengan komentar dari pejabat The Fed bahwa kenaikan suku bunga semakin mungkin dalam tahun ini, membantu memangkas kerugian dolar terhadap mata uang utama pada tahun 2016 menjadi 3 persen.

Bank sentral dapat menemukan ruang untuk pengetatan tambahan dalam pencariannya untuk menormalkan kebijakan moneter dan menghidupkan kembali perbedaan dengan kebijakan stimulus di Eropa dan Jepang sebagai penggerak permintaan untuk mata uang AS.

Dolar menguat 0,5 persen terhadap yen menjadi 104,02 pada pukul 11:59 siang di New York, dan mencapai level tertinggi sejak 2 September lalu. Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur mata uang terhadap sekeranjang 10 peer-nya, naik 0,4 persen dan dekat untuk melebihi pergerakan rata-rata 200 hari untuk pertama kalinya sejak Maret.

Hampir seluruh mata uang Asia mencatatkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (23/8), terapresiasi setelah dolar kehilangan momentum pergerakan rally yang dicatatkan dalam beberapa perdagangan terakhir. Pergerakan positif ini masih terbatas karena investor masih menantikan pernyataan dari pimpinan Fed AS, Janet Yellen guna melihat sinyal yang diberikan terkait waktu penaikan suku bunga acuan AS.

EQUITYWORLD FUTURES Yellen akan memberikan pernyataannya pada konferensi tahunan Fed AS Jumat mendatang. Pernyataan ini akan berbicara setelah beberapa pejabat Fed mengeluarkan pernyataan positif mengenai waktu penaikan Fed rate dengan waktu paling cepat pada September nanti. Pernyataan-pernyataan ini kemungkinan menjadi pembuka jalan untuk pidato Yellen nanti.

“Tahun ini pasar mulai terbiasa dengan Fed melakukan penundaan yang meningkatkan risiko dan melemahnya dolar. Mungkin saat ini Fed mulai menganggap hal ini sudah terjadi terlalu lama dan terlalu jauh,” ungkap Phillip Wee, ekonom mata uang DBS Bank.

Baht Thailand mencatatkan peningkatan setelah pelaku pasar melihat aliran dana ke pasar obligasi dalam negeri dan aksi jual dolar oleh para eksportir. Hingga saat ini, sejak Januari lalu Baht sudah menguat 4 persen terhadap dolar.

Won bergerak positif setelah nilai ekuitas yang pasti membantu memberi sokongan. Equity world Futures Selain itu peningkatan saham juga membuat investor luar membeli saham Korea Selatan.

Rupiah pada perdagangan hari ini melanjutkan pelemahan dari perdagangan sebelumnya. Meskipun melemah dalam dua perdagangan terakhir, pergerakan negatif ini dianggap hanya akan terjadi dalam jangka pendek. Analis melihat banyak ruang pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan mulai berjalannya beberapa program pemerintah, salah satunya amnesti pajak.

Sumber: Bloomberg