PT. EQUITYWORLD FUTURES Harga minyak naik pada hari Selasa setelah OPEC memperkirakan permintaan yang lebih tinggi pada 2018 dan Rusia dan Venezuela mengkonfirmasi komitmen mereka terhadap kesepakatan pemotongan produksi dalam upaya mengurangi kelebihan minyak mentah global.

Dalam laporan bulanannya, Equity World Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga mengatakan bahwa dua badai yang melanda Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir akan memiliki dampak “kecil” terhadap permintaan.

Sekitar 6,1 juta pelanggan beraktifitas tanpa listrik menyusul Badai Irma, turun dari jumlah puncak lebih dari 7,4 juta pada Senin malam, menurut utilitas lokal.

Pasar menilai dampak Badai Irma terhadap permintaan, bahkan di saat kilang mulai beroperasi kembali setelah Badai Harvey mendorong ekspektasi untuk konsumsi minyak mentah.

Minyak mentah Brent naik 43 sen atau 0,8 persen ke level $ 54,27 per barel. Selama sesi, brent sempat diperdagangkan serendah $ 53.42.

West Texas Intermediate AS (WTI) naik 16 sen atau 0,3 persen untuk menetap di level $ 48,23 per barel. WTI sempat menyentuh level sesi rendah $ 47,73.

Output oleh 14 negara anggota OPEC turun pada Agustus sebesar 79.000 barel per hari (bpd) dari bulan Juli menjadi 32,76 juta barel per hari.

Harga minyak naik untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Selasa, didukung oleh laporan OPEC terbaru yang menunjukkan produksi minyak dari kartel turun bulan lalu.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan dalam laporan bulanannya yang diawasi ketat bahwa produksi pada bulan Agustus turun 79.000 barel per hari menjadi 32,76 juta, terutama didorong oleh penurunan di Libya, Gabon, Venezuela dan Irak. Produksi telah meningkat selama musim panas, meningkatkan kekhawatiran  kesepakatan OPEC untuk mengurangi produksi tidak berjalan.

Arab Saudi- Anggota OPEC yang paling berpengaruh – telah memperdebatkan apakah akan memperpanjang kesepakatan produksi kartel setelah berakhir pada Maret 2018 nanti.

Harga minyak turun tipis di awal perdagangan Asia pada hari Selasa, karena para pedagang terbebani oleh berkuranganya permintaan terkait Badai Irma dibandingkan kembali aktifnya kilang setelah Badai Harvey yang seharusnya mengarah pada pemrosesan minyak mentah lebih banyak.

Acuan minyak mentah mentah internsional Brent turun 8 sen atau 0,2 persen menjadi $ 53,76 per barel pada 0108 GMT dari penutupan sebelumnya.

Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 3 sen atau 0,1% menjadi $ 48,04 per barel.

Kilang minyak AS, termasuk kilang terbesar di AS, Motiva Enterprises, telah mulai kembali aktif. Motiva memulai kembali produksinya pada hari Senin setelah ditutup selama sekitar dua pekan karena Badai Harvey yang melanda pantai teluk AS

Minyak mentah brent, acuan global, turun 0,3%, di $ 53,63 per barel di London pada perdagangan tengah hari. Di New York Mercantile Exchange, West Texas Intermediate berjangka diperdagangkan naik 0,6%, pada $ 48,34 per barel.

Harry Tchilinguirian, kepala pasar komoditas global di BNP Paribas, mengatakan pasar masih menentukan tingkat kerusakan Badai Harvey di kilang minyak, sekaligus mengantisipasi dampak Badai Irma, yang melanda AS selama akhir pekan

(Sdm)