EQUITYWORLD FUTURES – Sebuah sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan, dua potong ‘puing logam’ telah ditemukan di Pulau Reunion, di tengah Samudera Hindia, tempat di mana bagian sayap Boeing 777, yang diyakini milik penerbangan MH370, terdampar pekan lalu.

Para penyidik di pulau itu mengambil puing-puing tersebut sebagai bukti, untuk dijadikan bagian penyelidikan mereka atas nasib penerbangan Malaysia Airlines MH370. Namun, belum ada indikasi apapun bahwa sepotong logam itu berasal dari sebuah pesawat, kata sumber itu.

Fotografer kantor berita AFP melihat polisi mengumpulkan salah satu bagian dari puing- yang berukuran sekitar 100 sentimeter persegi pada hari Minggu (2/8/2015) pagi.

Polisi menempatkan puing-puing, yang memiliki semacam pegangan yang sebagian tertutup oleh kulit dan bertuliskan dua ideogram, itu dalam wadah besi.

Pada hari Minggu pula, seorang pria menyerahkan sepotong puing berukuran 70 sentimeter kepada polisi, dan diperkirakan itu adalah bagian dari pintu pesawat.

Penemuan ini datang setelah Malaysia menegaskan bahwa puing-puing pesawat yang ditemukan di pulau itu pada hari Rabu lalu, telah resmi diidentifikasi sebagai bagian dari Boeing 777, jenis pesawat yang sama seperti MH370 yang menghilang 16 bulan yang lalu dengan 239 orang di dalamnya.

“Kami tahu, bidang permukaan kontrol pesawat telah resmi diidentifikasi sebagai bagian dari pesawat Boeing 777,” kata Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong Lai, dalam sebuah pernyataan.

Ia menerangkan, “Ini telah diverifikasi oleh otoritas Perancis bersama-sama dengan produsen pesawat Boeing, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS dan tim Malaysia.”

Potongan puing berukuran 2×2,5meter itu ditemukan oleh orang-orang yang membersihkan pantai pada hari Rabu.

Kementerian Transportasi Malaysia mengatakan, dibutuhkan waktu hingga Rabu (5/8) mendatang sebelum ada konfirmasi resmi apakah bagian itu berasal dari penerbangan MH370.

Identifikasi puing itu bisa saja mengkonfirmasi jatuhnya pesawat ke laut setelah membelok dari rutenya yang bermula di Kuala Lumpur menuju Beijing, dan membantu mengakhiri masa 16 bulan ketidakpastian bagi kerabat korban.

Para penyidik percaya, seseorang sengaja mematikan transponder MH370 sebelum mengalihkan pesawat itu ribuan kilometer dari jalurnya.

Model arus laut yang dikemukakan ahli kelautan menunjukkan, hal yang mungkin bahwa puing-puing dari pesawat hilang itu bisa terbawa hingga ke daerah tropis ini.

Sebuah fragmen dari bagasi yang juga ditemukan di wilayah tersebut, juga bersama dengan puing-puing pesawat yang berada di Perancis untuk menjalani tes DNA khusus.

Puing-puing itu akan dianalisis di laboratorium yang dikelola oleh 600 ahli, yang dikelola oleh Kementerian Pertahanan Perancis.