EQUITYWORLD FUTURES – Seorang guru SMPN 6 Kulisusu Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, berinisial BT ditahan di Polsek setempat, lantaran dilaporkan telah memukul kaki seorang siswanya dengan mistar. Tak terima dengan penahanan tersebut, Rabu (22/10/2014) ratusan siswa dan para guru mendatangi kantor Polsek Kulisusu dan meminta guru mereka dibebaskan.

Dengan membawa spanduk bertuliskan “ Bebaskan Guru Kami, Kami Ingin Belajar”. Ratusan siswa dan puluhan guru tersebut berjalan kaki dari sekolahnya dan tiba di Mapolsek Kulisusu. Beberapa siswa bahkan menangis histeris agar gurunya segera dibebaskan. Bahkan beberapa siswa nekat menerobos ruangan polsek untuk masuk melihat gurunya, hingga memancing emosi Kapolsek Kulisusu Kompol Syafaruddin Tika.

“Siapa yang bertanggung jawab aksi ini. Mana gurunya yang bertanggung jawab,” kata Kaposek.

Dengan berani, salah seorang siswa menjawab kalau tindakan mereka tidak ada yang koordinir dan merupakan gerakan spontanitas. “Pak tidak ada yang koordinatori kami. Ini atas inisiatif kami sendiri. Kami ingin belajar lagi, sudah mau ujian tapi tidak ada lagi guru yang mengajar,” ujar anak tersebut.

“Iya, saya tahu perasaan adik-adik, tapi kami hanya mengamankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya pihak kami lakukan pengamanan di kantor ini,” ujar Syafaruddin Tika.

Luapan tangisan pun tak bisa terhindari ketika puluhan guru melihat langsung teman mereka berdiri dibalik jeruji besi. “Kenapa? Kasihan dibikin begitu, hanya persoalan sedikit harus disel,” ucap sejumlah guru sambil menangis.

Selang beberapa lama, Kapolsek menerima perwakilan para guru. Pertemuan pun dilakukan di ruangan Kapolsek.

“Kami minta kepada bapak untuk segera melepaskan atau menangguhkan penahanan pak BT. Inikan bersangkutan PNS gak mungkin melarikan diri. Kasihan anak-anak sudah tidak belajar,” ujar Ashar, salah seorang perwakilan guru.

Menanggaapi permintaan itu, Kapolsek Kulisusu menyatakan proses hukum akan terus berjalan sambil menunggu kedua belah pihak untuk mediasi.

“Saya kira tindakan mediasi sudah dilakukan juga tapi tidak ada titik temu. Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami pun mengamankan BT,” imbuhnya.

Sebelumnya, oknum guru Matematika BT (27), Selasa (21/10/2014) dijebloskan ke penjara setelah memukul kaki kiri NH (15) kelas IX 1 di SMP N 6 Kulisusu dengan menggunakan mistar. Tindakan ini tak diterima oleh orang tua siswa dan melaporkannya ke Polsek Kulisusu, BT pun akhirnya dijebloskan ke sel untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.