EQUITYWORLD FUTURES – Pihak berwenang Australia menuntut seorang remaja karena mengumpulkan sejumlah dokumen yang bisa memfasilitasi aksi teroris. Sejumlah pejabat negara itu mengemukakan hal tersebut Selasa (26/1/2016).

Remaja berusia 18 tahun dari kawasan Guildford di pinggiran sebelah Sydney itu ditangkap Senin malam dan dituntut dengan “tiga tuduhan terkait mengumpulkan dokumen untuk memfasilitasi tindakan teroris”, kata tim gabungan kontra-terorisme New South Wales.

Para pejabat itu tidak merilis rincian lebih lanjut tentang kasus tersebut.

Canberra semakin khawatir dengan ekstremisme di dalam negeri. Negara itu telah menaikkan peringatan ancaman teror ke level tinggi pada September 2014.

Pihak berwenang telah melakukan serangkaian serangan kontra-terorisme di berbagai kota, sementara pemerintah telah meloloskan undang-undang keamanan nasional yang baru.

Pemerintah juga telah menindak warga Australia yang mencoba untuk melakukan perjalanan ke daerah konflik, termasuk Suriah dan Irak.

Seorang remaja 17 tahun pekan lalu didakwa karena  membuat ancaman di media sosial yang menyebabkan Opera House di Sydney yang ikonik itu harus dievakuasi karena ketakutan akan masalah keamanan.

Bulan Desember lalu, lima orang, termasuk seorang anak remaja pria berusia 15 tahun, didakwa di Sydney terkait rencana teror yang hendak menyasar sebuah gedung pemerintah.

Pada Oktober, seorang sipil yan bekerja untuk kepolisian ditembak mati oleh seorang remaja (15 tahun) di luar markas polisi di Sydney barat. Remaja tewas itu akhirnya dalam baku tembak dengan petugas.