EQUITYWORLD FUTURES – Rencana pembangunan pabrik perakitan Volkswagen (VW) di Indonesia sudah berdengung sejak 2013. Perwakilan dari VW AG, Christian Kringler sudah bertemu dengan Hatta Rajasa yang saat itu menjabat Menko Perekonomian Indonesia.

Tetapi, sampai saat ini belum ada secercah sinar yang memastikan pabrik itu akan dibangun di Indonesia. Lantas, apakah rencana pembangunan pabrik tersebut batal?

“Rencana pabrik belum ada info lanjutan, kita masih menunggu arahan lebih lanjut dari VW AG,” ujar CEO VW Indonesia Andrew Nasuri, saat dihubungi KompasOtomotif, Selasa (2/2/2016) sore.

Andrew melanjutkan, pabrik perakitan VW di Indonesia masih berstatus aman. Artinya, VW AG selaku prinsipal belum mengumumkan akan menghentikan pembangunan pabrik di Tanah Air.

“Intinya belum ada arahan apapun, apalagi mengenai informasi pabrik batal dibangun,” kata Andrew.

Sebelumnya, pria berkulit putih ini sempat melontarkan kalau rencana investasi VW AG di Indonesia terkendala gejolak ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah nilai tukar dollar AS terhadap rupiah belum stabil.

“Setiap kita membuat rencana bisnis, muncul lagi gelolak-gejolak perekonomian, jadi kita terpaksa membuat ulang untuk menghitung bagaimana cara efisiensinya. Kita berharap kondisi ekonomi Indonesia segera normal agar kita bisa menentukan untuk mulai membangun pabrik,” kata Andrew beberapa waktu lalu.

Investasi yang dikucurkan VW AG untuk membuat pabrik di Indonesia mencapai 40 juta dollar AS. Jika terealisasi, pabrik perakitan VW di Indonesia akan memiliki kapasitas produksi hingga 80.000 unit per tahun dan berdiri di lahan seluas 60 hektar.

Menariknya, investasi ini juga membuat Indonesia sebagai basis produksi VW untuk wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya. Lantas, bagaimana kelanjutannya? Kita tunggu saja!