EQUITYWORLD FUTURES – Rencana pembangunan Pelabuhan Cimalaya di Karawang menemui jalan buntu, sebagai gantinya pemerintah telah menunjuk Pelabuhan Patimban di Subang, sebagai pelabuhan terbesar di Jawa Barat.

Disitat dari situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Senin (13/6/2016),  Presiden Joko Widodo menetapkan Pelabuhan Patimban sebagai proyek strategis nasional lewat Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 47 Tahun 2016. Pepres ini telah diundangkan dan berlaku sejak ditandatangani Presiden pada 25 Mei lalu.

Lokasi Patimban menguntungkan buat industri pasalnya di area tersebut sudah tersedia jalan tol Cikopo-Palimanan. Jalur bebas hambatan terpanjang di Indonesia itu menyambung dengan jalan tol Jakarta-Cikampek yang melewati kawasan industri di Bekasi dan Karawang.

Menurut Pepres, Kementerian Perhubungan adalah penyelenggara Pelabuhan Patimban yang bisa berkordinasi dengan badan usaha pelabuhan. Ada empat sumber dana pembangunan, yakni dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Daerah, pinjaman atau hibah dari pihak luar negeri, kerja sama pemerintah dengan swasta, atau sumber lainnya.

“Pembiayaan penyelenggaraan Pelabuhan Patimban untuk penyediaan peralatan dan pengoperasian pelabuhan, dilakukan melalui kerjasama pemerintah dan Badan Usaha Pelabuhan,” seperti tertulis pada Pasal 3 Ayat (2) Perpres tersebut.

Telah diketahui, Presiden sudah membicarakan proyek Pelabuhan Patimban dengan pihak Jepang saat kunjungan KTT G-7 Outreach di Shima, Jepang, pada akhir Mei lalu. Peluang Jepang terbuka setelah proyek kereta api Jakarta-Surabaya dipegang pihak China.