Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan Pusat Kesehatan Ibu dan Anak di RSCM Kiara. Hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden SBY yang ke-65.

Dalam sambutannya, SBY sempat mengenang dirinya ketika dilahirkan. SBY menceritakan dirinya lahir di sebuah kawasan Pondok Pesantren Pacitan Jawa Timur.

“Benar hari ini 9 September, 65 tahun yang lalu, SBY, bayi kecil dilahirkan di kawasan Pondok Pesantren Tremas Pacitan Jawa Timur,” kata SBY di RSCM Kiara, Jakarta, Selasa (9/9).

SBY kemudian tumbuh di lingkungan miskin, terpencil dan terbelakang. Orangtuanya pernah mengatakan di zaman itu tidak semua bayi yang dilahirkan bisa sehat dan selamat karenanya SBY bersyukur.

“Setelah itu, saya tumbuh menjadi anak di kabupaten yang tergolong miskin, terbelakang. Saya ingat cerita orangtua saya, saat itu tidak semua anak yang lahir pada tanggal 9 September itu selamat. Juga tidak banyak anak-anak yang lahir di Tahun 1949 itu selamat,” ujarnya.

SBY menambahkan, teman-temannya juga tidak banyak yang dibesarkan dengan sehat jasmani dan rohani. Karenanya SBY tidak ingin hal itu kembali terulang.

“Itulah kisah 65 tahun yang lalu. Hari ini kita kumpul di tempat ini ingin siapapun yang dilahirkan di negeri ini memiliki jaminan kesehatan dan keselamatan yang lebih baik. Secara moral mereka harus mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Terutama dari keluarga yang tidak mampu, mereka ingin melahirkan dengan selamat, putra putrinya tumbuh dengan baik,” ujar SBY.

Untuk itu, lanjut SBY, dengan peresmian Pusat Kesehatan Ibu dan Anak ini, diharapkan dapat menjamin kesehatan, keselamatan ibu dan anak.

Dalam peresmian itu hadir pula Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi. SBY juga sempat diberi kejutan oleh anak-anak penderita thalassemia dengan ucapan selamat ulang tahun.